Arsjad Rasjid: Bank Wakaf Mikro Ciptakan Pengusaha Baru

Arsjad Rasjid: Bank Wakaf Mikro Ciptakan Pengusaha Baru

KEBERADAAN - Arsjad Rasjid, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional meyakini, keberadaan Bank Wakaf Mikro makin memberdayakan ekonomi masyarakat. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, Arsjad Rasjid mengatakan, kehadiran Bank Wakaf Mikro (BWM) akan menciptakan pengusaha-pengusaha baru di masyarakat.

Sejak diluncurkan pada Maret 2018, terdapat 61 Bank Wakaf Mikro di berbagai pesantren yang tersebar di 19 provinsi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Juni 2021, realisasi pembiayaan Bank Wakaf Mikro telah mencapai Rp 67,4 miliar, yang disalurkan kepada lebih dari 45 ribu nasabah penerima manfaat.

“Keberadaan Bank Wakaf Mikro makin memberdayakan ekonomi masyarakat. Akses masyarakat ke perbankan dan lembaga keuangan formal terbuka lebar. Saya yakin akan lahir pengusaha-pengusaha baru di lingkungan pesantren,” kata Arsjad di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Arsjad yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, periode 2021-2026 menyatakan, Bank Wakaf Mikro berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi kerakyatan di Indonesia karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk perbankan dan lembaga keuangan formal dalam membangun usaha baru.

Model bisnis Bank Wakaf Mikro yang memberikan akses permodalan kepada masyarakat kecil, lanjutnya, sebagai inkubator yang mempersiapkan para nasabahnya untuk naik kelas menjadi pelaku usaha, yang dapat mengakses perbankan dan lembaga keuangan formal yang menerapkan persyaratan pembiayaan lebih kompleks.

“Kadin mendukung upaya pemerintah memperluas jangkauan Bank Wakaf Mikro yang memberikan modal pinjaman tanpa bunga tinggi, juga membuka wawasan masyarakat tentang bagaimana membangun usaha dan mengelola keuangan sehingga terhindar dari jeratan lintah darat yang sangat merugikan,” jelas dia.

Arsjad yang kini menjabat Ketua Dewan Penyantun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), menyatakan bahwa digitalisasi Bank Wakaf Mikro juga memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk perbankan.

Ia optimistis seiring bergulirnya waktu maka semakin meluas penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan program dan pelayanan Bank Wakaf Mikro, khususnya untuk mendukung aktivitas bisnis dan operasional Bank Wakaf Mikro.

Saat ini, pengembangan ekosistem digitalisasi Bank Wakaf Mikro, berupa fitur BWM mobile, sinergi BWM marketplace, pengembangan pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) termasuk BWM.

“Pengurangan kemiskinan akan lebih cepat karena masyarakat diberikan akses ke produk-produk perbankan dan keuangan yang ramah. Saya optimistis jumlah Bank Wakaf Mikro akan terus bertambah sehingga tercipta pelaku usaha baru di masyarakat. Kadin akan terus berkomitmen untuk mempercepat pengembangan Bank Wakaf Mikro,” kata Arsjad.

Bank Wakaf Mikro adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), yang berfokus pada pembiayaan masyarakat kecil. LKMS terbentuk berdasarkan kerja sama OJK dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas). (Nonnie Rering)