500 Pelaku Usaha UKM Ikut “Virtual Business Clinic: How to Export to...

500 Pelaku Usaha UKM Ikut “Virtual Business Clinic: How to Export to Slovaki”

Dubes Adityawidi Adiwoso ketikamemberikan sambutan pada acara Virtual Business Clinic terkait How to Export to Slovakia yang diselenggarakan oleh KBRI Bratislava pada Rabu (9/6),

SHNet, Bratislava-Duta Besar RI untuk Slowakia, Adityawidi Adiwoso, mengatakan, Memenuhi standar produk yang ditetapkan Uni Eropa merupakan langkah pertama calon eksportir Indonesia ke Slovakia. Setelahnya akan menjadi lebih mudah.

Dubes Adityawidi Adiwoso mengatakan hal itu pada acara Virtual Business Clinic terkait How to Export to Slovakia yang diselenggarakan oleh KBRI Bratislava pada Rabu  (9/6), pada pukul 09:30 CET atau 14:30 WIB. Tercatat lebih dari 500 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.    

Melakukan ekspor ke luar negeri bukan lah hal yang mudah namun bukan pula hal yang mustahil untuk dilakukan. Kesulitan dan tantangan ekspor umumnya dialami oleh para pelaku ekspor, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia. Untuk itu lah KBRI Bratislava melaksanakan business clinic secara virtual untuk menyebarluaskan informasi tentang cara menembus pasar ke Slovakia, termasuk memperkenalkan hambatan tarif dan non-tarif yang mungkin dihadapi eksportir Indonesia.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Slovakia: Natalia Barinkova (Kementerian Perdagangan Slovakia) dan Vladimir Hodal (Kementerian Ekonomi Slovakia). Kedua narasumber ini menyampaikan bahwa peluang ekspor ke Slowakia terbuka lebar. Secara khusus Natalia menggarisbawahi pentingnya mendapatkan rekan usaha yang tepat dan mengetahui aturan-aturan impor ke Slowakia melalui sejumlah situs, diantaranya: www.kompass.com dan https://www.financnasprava.sk/en/.

Selain itu turut dihadirkan narasumber dari Indonesia, yaitu: Bapak Arif Hariyanto dan Bapak Gustian Mahardika dari Kementerian Perdagangan RI. Senada dengan Ibu Duta Besar Adityawidi, pemahaman produk yang baik menurut Bapak Gustian merupakan langkah awal sebelum ekspor. Disamping itu, perencanaan ekspor serta pemahaman akan teknis produksi, peijinan, dan pembayaran merupakan sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh para calon eksportir Indonesia. Sementara itu Bapak Arif membukakan kepada para peserta webinar produk-produk apa saja yang telah berhasil menembus pasar Eropa dan produk-produk mana yang berpeluang besar untuk melakukan penetrasi ke pasar Eropa.

Apresiasi positif disampaikan oleh para peserta webinar yang diselenggarakan oleh KBRI Bratislava. Dalam sambutan penutup, Ibu Duta Besar Adityawidi Adiwoso mengajak para peserta untuk menggunakan Virtual Indonesian House KBRI Bratislava sebagai platform promosi produk si Slowakia serta untuk berpartisipasi pada Business Meeting yang akan diselenggarakan KBRI Bratislava pada tanggal 24 Juni 2021, dimana KBRI Bratislava akan memfasilitasi one-on-one business matching antara pengusaha Indonesia dengan calon pembeli dari Slovakia. (sur)