Honda Racing Tak Salah Rekrut Pembalap Muda Avila Bahar

Honda Racing Tak Salah Rekrut Pembalap Muda Avila Bahar

MULUS - Duet Tim Honda Racing Indonesia, Alvin dan Avila Bahar dipastikan bakal makin mulus melenggang di seri ISSOM mendatang. (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Setelah mencetak sejarah bagi tim Honda Racing Indonesia di putaran pertama ISSOM akhir pekan lalu, duet ayah-anak, Alvin dan Avila Bahar dipastikan bakal makin mulus di putaran selanjutnya sepanjang musim 2021 ini. 

Tanda-tanda itu terlihat jelas karena kedua pembalap senior dan junior Honda Racing ini melaju mulus di lintasan, jauh meninggalkan lawan-lawannya dan membuat bangga tim pabrikan Honda dengan mempersembahkan 

Alvin yang merupakan pembalap senior tim Honda Racing Indonesia kembali meraih juara di kelas Kejurnas ITCR 1600 Max.

Jika Alvin juara kelas Kejurnas, itu hal biasa. Apalagi dengan posisinya sebagai pembalap senior yang sudah merengkuh total sembilan kali gelar juara nasional.

Tapi, ketika putranya Avila yang tahun ini baru saja bergabung dengan tim pabrikan Honda Racing Indonesia langsung menyabet posisi puncak di kelas Kejurnas ITCR 1500, banyak orang berdecak kagum. Setidaknya, itu jadi catatan sejarah bagi tim pabrikan Honda kalau mereka tak salah merekrut pembalap muda itu.

Ya, Avila masuk sebagai pembalap resmi tim Honda Racing Indonesia mendampingi sang ayah, bukan lantaran ayahnya berada di tim itu. Tapi, karena prestasi mumpuni yang ia tunjukkan sejak dua tahun lalu.

Sebagai partner Alvin dan langsung tampil di Kelas Kejurnas ITCR 1500, banyak orang masih meragukan ia bisa langsung menembus posisi teratas. Apalagi disitu ada pembalap senior Fitra Eri.

Sang Ayah pun tak yakin penuh Avila bisa bersaing ketat di salah satu kelas Kejurnas bergengsi itu. Tapi, prediksi Alvin meleset. Avila membuktikan kalau pabrikan raksasa Honda tak salah merekrutnya jadi bagian dari tim Honda Racing Indonesia bersama sang ayah.

Avila tampil mumpuni di kelas bergengsi Kejurnas itu dan mampu memberi perlawanan ketat kepada Fitra Eri dan pembalap lainnya sehingga ia finis di posisi pertama dengan catatan waktu 23 menit 54 detik.

Fitra Eri membuntutinya dengan waktu 23 menit 54 detik dan M. Andri menyusul di posisi ketiga dengan catatan waktu 24 menit 7 detik. Mahasiswa Fikom Universitas Indonesia ini menyatakan rasa bangganya karena bisa berada di depan pembalap senior Fitra Eri.

“Jelas saya bangga dan ini jadi pemicu untuk lebih baik lagi di seri mendatang. Apalagi mobil kencang banget,” kata Avila kepada SHNet setelah menyudahi balapan. 

Tak cuma Avila, sang ayah, Alvin pun tak mau ketinggalan dengan meraih gelar juara di Kelas Kejurnas paling bergengsi ITCR 1600 Max.

Alvin bahkan membuat jarak yang cukup jauh dari lawan-lawannya. Pembalap TTI Haridarma Manoppo yang persis berada di belakang Alvin pun mengakui kalau pacuan All New Honda Jazz Alvin sangat kencang. “Mobil Alvin kencang banget,” ujar Haridarma yang finis di posisi kedua.

Seperti Avila, Alvin pun tak kalah gembira. Apalagi ini seri pembuka 2021 sekaligus catatan sejarah paling penting bagi ayah anak ini bisa langsung menjuarai dua kelas bergengsi Kejurnas.

Avila yang melakukan debut bersama Honda Racing, tak disangka bisa langsung mensahihkan diri sebagai jawara sekaligus membuktikan kalau ia bukan pembalap sembarangan dan tanda-tanda untuk meneruskan kejayaan sang ayah sudah terlihat ada di pundaknya.

“Yang paling beruntung dan jeli dari prestasi ayah anak clan Bahar ini, tentunya Honda. Honda yang merekrut mereka tentu saja akan semakin besar karena prestasi mereka,” kata salah satu petinggi balap nasional yang tak mau disebutkan namanya.  

Protokol Kesehatan Ketat

Balapan putaran awal ISSOM terbilang dalam pengawalan protokol kesehatan yang sangat ketat di mana semua pembalap diwajibkan mengikuti Swab Antigen sebelum memasuki Sirkuit dan wajib bermasker. Sayangnya memang tak ada penonton karena sama sekali tak menghadirkan penonton atau pun undangan untuk media.

“Kami mohon maaf kepada media dan penonton karena kami tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Lola Moenek, General Manager Sirkuit Internasional Sentul.   (Nonnie Rering)