Aplikasi “Clinical Pathway”: Kontribusi FKM UI untuk Jaga Mutu dan Kendali Biaya...

Aplikasi “Clinical Pathway”: Kontribusi FKM UI untuk Jaga Mutu dan Kendali Biaya di RS

dr. Widyastuti Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta., ketika memberikan sambutan

SHNet, Jakarta-Tim Pengabdian Masyarakat UI telah mengembangkan sebuah aplikasi yang mempermudah RS menganalisis datanya sehingga dapat digunakan untuk menyediakan informasi-informasi yang dibutuhkan dalam menyusun clinical pathway berikut evaluasinya. Aplikasi ini diperkenalkan kepada seluruh RSUD di Provinsi DKI Jakarta dalam sebuah workshop dan kemudian akan dimanfaatkan untuk menganalisis pelayanan pasien Covid-19 di RS tersebut.

Clinical pathway (CP) adalah sebuah proses yang melibatkan multidisiplin yang berfokus pada perawatan pasien dengan diagnosis atau prosedur tertentu secara berkelanjutan, tepat waktu untuk mendapatkan hasil terbaik yang telah ditentukan, dengan sumber daya yang ada di RS. Salah satu permasalahan pelayanan di RS saat ini adalah bervariasinya pelayanan untuk penyakit yang sama oleh karenanya keberadaan dan kepatuhan terhadap clinical pathway diyakini menjadi salah satu upaya yang strategis untuk mengurangi variasi pelayan yang ada. Dengan adanya clinical pathway maka RS akan memiliki perencanaan dalam merawat pasien sehingga diharapkan pelayanan menjadi lebih efektif, terjaga mutunya dengan biaya yang terkendali. Tak heran bila akreditasi rumah sakit baik dalam maupun luar negeri mensyaratkan adanya clinical pathway dan evaluasinya.

Penyusunan CP dan evaluasinya yang ideal sebaiknya dilakukan berdasarkan bukti (evidence based) namun jarang sekali RS yang melakukan hal tersebut karena terkendala analisis data pelayanan sehingga tujuan menjaga mutu dan mengendali biaya juga belum dicapai optimal. Padahal data yang dibutuhkan untuk menyusun informasi-informasi yang dibutuhkan telah tersedia di rumah sakit yaitu data rekam medis, namun analisisnya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar bila dilakukan secara manual.

Atik Nurwahyuni selaku anggota Tim Pengabdian Masyarakat UI menyampaikan latar belakang kegiatan dan tujuan pengembangan aplikasi dan implementasinya di RSUD Provinsi DKI. “Rumah Sakit memiliki data yang begitu banyak dan sangat berharga tapi belum dimanfaatkan secara optimal di RS, salah satunya untuk menyusun clinical pathway yang berkualitas. Memang cukup berat bagi RS untuk analisisnya secara manual, makanya kami membuat Tools untuk mempermudah analisis datanya” kata Atik.

Dukungan dan tanggapan positif diberikan oleh dr. Widyastuti Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. “Kendali mutu dan kendali biaya di RS amatlah penting saat ini oleh karenanya kami sangat mengapresiasi sekali acara penggunaan Tools clinical pathway ini” ungkap Widyastuti. Antusiasme pimpinan serta praktisi di rumah sakit juga sangat terlihat saat uji coba aplikasi tersebut. “Tools clinical pathway sangat berguna, data yang ditampilan akan sangat jelas sehingga dapat menjadi alat evaluasi yang tepat untuk penerapan clinical pathway di rumah sakit” kata Vera Marietha yang merupakan Kepala Bagian Keuangan RSUD Pasar Rebo. Dr. Nurbani, Sp.A dari RSUD Pasar Minggu menyampaikan bahwa selama ini RS memiliki kendala dalam analisis data guna mengevaluasi clinical pathway yang sudah dikembangkan, namun dengan adanya aplikasi ini maka akan sangat membantu dalam menyusun dan mengevaluasi clinical pathway.

Aplikasi ini bentuk kontribusi FKMUI dalam peningkatan mutu layanan dan kendali biaya di RS, sehingga RS dapat menggunakannya secara gratis. “Niat kami memang ini sebagai kontribusi FKMUI sehingga RS dapat mengaksesnya secara free. HAKI nya juga sudah kami peroleh” kata Atik. (sur)