Alberth Papilaya ‘Pergi’ Membawa Mimpi Mulianya

Alberth Papilaya ‘Pergi’ Membawa Mimpi Mulianya

KESEMPATAN - Almarhum Alberth Papilaya dan istrinya Florence Jety Nanere dalam sebuah kesempatan berpose mesra di kediaman mereka, di kawasan Rawalumbu, Bekasi. Alberth akan dimakamkan pada Selasa (20/4/2021) pukul 14.00 WIT atau 12.00 WIB, di Desa Awer, Sahu Timur, Halmahera Barat, Maluku Utara. (SHNet/Nonnie Rering)

SHNet, JAKARTA – Kepergian Kompol Albert Papilaya untuk selamanya di RSUD di Ternate, Maluku Utara, Minggu (18/4/2021) dini hari, begitu menyesakkan. Tak saja keluarganya tapi rekan-rekan sejawat di Polda Metro Jaya tempatnya berdinas, juga rekan-rekan sesama mantan petinju nasional.

Tak heran karena Alberth adalah mantan petinju yang hingga saat ini belum ada yang mampu menyamai prestasinya. Alberth juga merupakan petinju kelas berat ringan yang mampu menghapus image kalau petinju Indonesia hanya berprestasi di kelas-kelas bawah. Pasalnya, ia menembus olimpiade dari kelas menengah hingga perempat final.

Sampai saat ini, dari keikutsertaan Indonesia di Olimpiade, hanya tiga nama yang mampu menembus perempat final yaitu Ferry Moniaga (Olimpiade Muenchen 1972), Alberth (Olimpiade Barcelona 1992) dan Lapaene Masara (Olimpiade Athena 1996). Alberth juga adalah peraih enam medali emas dan 1 Perak dari pentas SEA Games.

Pencapaian cemerlang yang hingga saat ini belum pernah disamai petinju lain di Indonesia, terutama di kalangan petinju kelas atas, yang membuat Alberth begitu berambisi mencetak petinju-petinju muda yang bisa melampaui atau setidaknya menyamai prestasinya.

Pertemuan terakhir Alberth bersama SHNet dan seorang rekan wartawan senior di ruangan pantry, lantai 12 Gedung KONI Pusat saat Munas PB Pertina, 30 Desember 2020 malam, saat itu, Alberth berbicara dengan semangat berapi-api dan menyatakan dirinya sebagai pendukung Komaruddin Simanjuntak yang saat ini menjadi Ketua Umum PP Pertina.

Tanpa rasa takut, Alberth mengatakan kalau Pertina butuh figur baru karena Pertina yang saat itu dipimpin Irjen. Pol. Johnny Asadoma harus diganti. Alberth menganggap di tangan Johnny Pertina seperti mati suri. SHNet sempat menegurnya dengan candaan, jangan begitu Bung Alberth, itu kan atasanmu.

“Di olahraga tak ada atasan bawahan, ini fakta, Johnny harus diganti karena dia tak becus menghadapi petinju. Siapa tuh Johnny? dia di Olimpiade cuma babak awal langsung tumbang. Saya sampai perempat final, jadi kalau soal tinju pasti saya lebih tahu,” jawabnya enteng.

Alberth juga kala itu menyatakan jika nantinya ia dipercaya menangani pelatnas tinju, ia ingin mengerahkan seluruh kemampuan dan pengalamannya untuk kemajuan tinju nasional.

“Di usia senja ini saya ingin sekali menangani langsung petinju nasional. Saya ingin menggembleng mereka agar bisa meraih prestasi di berbagai event internasional. Itu sudah jadi impian saya sejak lama dan saya punya bekal untuk mengembalikan masa keemasan tinju nasional. Saya harus segera mewujudkannya sebelum tinju nasional makin hancur,” ungkap Alberth kala itu. 

Keinginan besar lelaki kelahiran Tobelo, Maluku Utara, 15 September 1967 itu terjawab ketika Komaruddin Simanjuntak menetapkan Alberth menjadi anggota Komisi Teknik PB Pertina di bawah komando Komarudin sendiri yang pelantikannya dilakukan pada 18 Februari 2021 di Gedung KONI Pusat Senayan. Alberth ketika itu tak hadir lantaran sakit.

Di penghujung Februari 2021, ketika SHNet mencoba mengontak Alberth dari balik ponsel terdengar suara istri Alberth, Florence Jety Nanere yang berbicara terburu-buru. Ibu cantik dari dua putra Stevenson dan Sugarray  ini mengatakan kalau Alberth sedang sakit. “Duh Non, Alberth sakit sudah hampir seminggu, saya rawat di rumah saja, mohon doanya ya,” kata Jety ketika itu. 

Rindu Putra Bungsunya

Dalam sakitnya, Alberth menyatakan kalau ia rindu akan suasana di kampung. Dan, di awal Maret, Jety bersama putra sulung mereka, Stevenson membawa Alberth ke kampung halamannya di Desa Awer, Sahu Timur, Halmahera Barat, Maluku Utara.

Sudah sebulan di desa Awer bersama istri dan putra sulungnya, Alberth beberapa kali melakukan komunikasi video call dengan putra bungsunya, Sugarray yang masih berada di Jakarta.  Ia bahkan sembari mengucurkan air mata jika menyatakan rasa rindu kepada putra bungsunya itu. Dan, Sugarray akhirnya tiba di Ternate pada Selasa (13/4/2021). 

Pada Kamis (15/4/2021), Alberth anvaal dan segera dilarikan ke RSUD Dr.H Chasan Boesoerie Ternate, Maluku Utara. Kondisinya langsung koma sejak tiba di RS. Alberth yang berdinas di Polda Metro Jaya ini menghembuskan nafas terakhirnya akibat stroke pada Minggu (18/4/2021) pukul 00.45 WIB atau 02.45 WIT.  

Selama berkarir di kepolisian, Albert menempati sejumlah jabatan. Di antaranya, Kepala Unit II Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, Kepala Unit Reskrim Polsek Pondok Gede, Kepala Unit Provost Sie Propam Polres Metro Bekasi Kota, Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi Kota. Terakhir, ia menjabat sebagai Kepala Seksi Pasdal di Subdit Dalmas Direktorat Samapta Polda Metro Jaya. 

Alberth akan dimakamkan di tanah kelahiran istrinya, Desa Awer, Sahu Timur, Halmahera Barat, Maluku Utara pada Selasa (20/4/2021) tepat pukul 14.00 WIT siang nanti. Selamat jalan Alberth. Mimpi mengembalikan Kejayaan tinju nasional memang akan terus jadi mimpi muliamu. Yang pasti, tenanglah disisiNya.  (Nonnie Rering)