Siber Bareskrim Ingatkan adanya Penipuan yang Mengaku Costumer Bank

Siber Bareskrim Ingatkan adanya Penipuan yang Mengaku Costumer Bank

SHNet, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri mengingatkan masyarakat berhati-hati dalam mengakses media sosial perbankan. Pasalnya mulai muncul akun bot yang berpura-pura menjadi costumer care bank untuk menipu nasabah.

Siber Polri menjelaskan biaya akun bot ini akan merespons keluhan dari nasabah di media sosial dengan memberikan nomor WhatsApp kemudian meminta data pribadi perbankan serta kode one time password (OTP).

Bila data pribadi perbankan dan kode OTP diberikan pada pelaku kejahatan maka kemungkinan besar dana nasabah yang ada di rekening bank akan dikuras habis.

“Hati-hati Akun Bot berpura-pura menjadi Customer Care Bank untuk menipu nasabah. Akun Bot akan merespon keluhan dari nasabah di media sosial dengan memberikan nomor Whatsapp, setelah itu penipu bisa meminta data pribadi perbankan serta kode OTP,” ujar Siber Polri seperti dikutip Selasa (23/3/2021).

Bila kalian ingin mengajukan keluhan kepada bank, pastikan akun media sosial tersebut sudah centang biru atau terverifikasi atau kunjungi situs resmi bank untuk mengetahui akun medsos resmi bank.

Kasus maraknya akun bodong perbankan juga sempat disuarakan pengamat keamanan siber Ismail Fahmi melalui akun twitter pribadinya.

Fahmi mengatakan dalam dua bukan terakhir ia mendapati setidaknya 331 akun penipuan Halo BCA di Twitter. Akun-akun tersebut rajin menjawab keluhan nasabah terkait masalah yang didapati saat melakukan transaksi.

Dalam cuitan Fahmi, terlihat akun-akun bodong tersebut meminta nasabah melaporkan masalahnya ke sebuah nomor telepon atau pesan singkat ke jejaring Whatsapp, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Menurut penemuan Fahmi, kejadian serupa bukan hanya dialami nasabah BCA. Tapi juga nasabah BNI, BRI, Mandiri dan Jenius. Ia mengatakan modus penipuan melalui akun bodong masif terjadi di jejaring internet. (maya han)