Persoalan Internal Parpol Jangan Kuras Energi Publik

Persoalan Internal Parpol Jangan Kuras Energi Publik

Romo Benny Susetyo. (foto: ist)

Jakarta-Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo kembali mengingatkan kepada seluruh elemen Bangsa untuk tidak menghabiskan waktu membahas hal-hal yang kontra produktif, dan mengancam persatuan Bangsa.

“Energi Bangsa ini harus difokuskan pada penyelesaian problem mengatasi covid dan dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi dengan cara semua elit politik menghentikan polomik persoalan internal partai politik,” ujar Benny di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Rohaniwan yang akrab disapa Romo Benny itu berpesan kepada partai politik yang ada di Indonesia agar lebih fokus pada agenda bagaimana politik etis yang lebih mengedepankan nilai-nilai luhur Bangsa, yakni jalan musyarah dan mufakat.

Merespon polemik yang belakangan terjadi di internal salah satu partai politik, dirinya mengatakan, “Persoalan dalam partai politik hendaknya diselesaikan dengan cara musyarah mufakat tidak perlu menguras energi melibat publik untuk berpolemik,”

Dirinya berpesan agar ruang publik diisi dengan hal yang positif, harapan dan rasa optimisme, sehingga ke depan Bangsa Indonesia bisa keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi Indonesia serta masyarakat global, yakni krisis ekonomi sebagai efek dar pandemi COVID-19.

“Kedepan ruang publik mengarusutamakan keadaban politik yang mengaktualisasikan nilai, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan dalam keutamaan politik, Politik beradaban tundukan pada norma kemanusiaan dan keadilan,” jelasnya.

Hal tersebut sesuai dengan yang ditegaskan oleh Habermas. Yaitu, ruang publik memiliki peran yang cukup berarti dalam proses berdemokrasi. Ruang publik merupakan ruang demokratis atau wahana diskursus masyarakat, yang mana warga negara dapat menyatakan opini-opini, kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan mereka secara diskursif.

“Penting ruang publik di hiasi dengan ide-ide untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, yakni politik kesejahteraan menjadi habitus partai politik,” jelas Benny.(sp)