Hindari Obral Gelar, Kembalikan Otonomi Kampus

Hindari Obral Gelar, Kembalikan Otonomi Kampus

Kepala LLDIKTI Wilayah III, Prof AgusSetyo Budi, M.Sc. (kiri) dan Sekretaris LLDIKTI Wilayah III, Dr. Jaya Jakaria, dalam bincang dengan media, Jumat (19/2/2021)

SHNet, Jakarta– Kepala Lembaga layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc. mengusulkan agar Otonomi Kampus dikembalikan, guna menghindari pemberian gelar kehormatan atau honoris cauda kepada seseorang yang kemudian menimbulkan polemic, karena dipertanyakan kelayakan dan kredibilitas orang yang diberi gelar tersebut.

“Menurut saya, kembalikan otonomi kampus, biarkan kampus yang memilih pimpinan atau rektornya. Ini akan berimplikasi positif, mengingat mereka yang paling mengetahui, sosok atau figure mana yang paling layak memimpinkampus, “ ujar Agus menjawab pertanyaan, dalam bincang sore dengan media di Kantor LLDIKTI, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (19/2). Bincang ini sekaligus, badminton bersama dalam rangka mensosialisasikan kebisaan olahraga badminton yang biasa dilakukan 3 kali dalam seminggu .

Prof Agus menengarai,persoalan pemberian bahkan obral gelar yang kemudian menjadi kontroversial belakangan ini, tak lepas dari tali-temali pemilihan rektor. Bukan tidak mungkin, ada ‘janji politik’dari seorang calon rektor kepada seseorang atau beberapa orang  yang turut membanu terpilihnya yang bersangkutan.

“Pertanyaannya,siapa yang berperang dalam menggolkan seseorang jadi rektor di sebuh PTN? Nah, rantai ini yang berdampak pada pemberian gelar kehormatan yang dinilai masyarakat bermasalah,”katanya.

Namun demikian, di perguruan tinggi swasta atau PTS, pemberian gelar bahkan obral gelar tidak ada. Kanapa? Karena prestise atau nilai jual PTS tidak setinggi PTN. “Sejauh ini tidak ada pemberian gelar kehiramatan daru PTS yang bermasalah,” ujar Agus. (sur)