Terpesona, Indahnya Senja di Barelang

Terpesona, Indahnya Senja di Barelang

SHNet, Batam– Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), daerah yang satu ini memang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia dan wisatawan mancanegara (wisman) khususnya wisman dari Singapura dan Malaysia.

Para wisatawan maupun masyarakat Batam biasanya mengunjungi Barelang untuk berfoto dengan latar jembatan Barelang yang dibuat dengan teknologi  cable stay

Jembatan Barelang, salah satu ikon Batam. (SHNet/Stevani Elisabeth)

 

Pembangunan Jembatan Barelang merupakan ide dari Presiden Ketiga Indonesia, Prof. B.J Habibi.

Edi Sutrisno Direktur Eksekutif Batam Tourism and Promotion Board menjelaskan, Jembatan Barelang merupakan jembatan pertama di Indonesia yang menghubungkan 7 pulau, diantaranya, Pulau Rembang, Galang, Galang Baru dan Setokok.

“Jembatan Barelang merupakan karya anak bangsa karena dibangun oleh para insinyur dari ITB, UI dan UGM. Pembangunan Jembatan Barelang. Biaya pembangunan tersebut sebesar Rp 365 milyar yang berasal dari APBN dan Otorita Batam,” ungkap Edi.

Ada 6 jembatan yang dibangun untuk menghubungkan 7 pulau dengan panjang keseluruhan 62 Km.

Selain berfoto dengan latar Jembatan Barelang, wisatawan juga dapat menyusuri pulau- pulau kecil dengan menggunakan perahu, menikmati kuliner, sunrise dan sunset bila cuaca cerah.

Tak kalah dengan Bali

Waktu yang baik berkunjung ke Barelang adalah pagi hari dan sore hari.

SHNet pun sempat menyaksikan sunset di Barelang. Tepatnya di Kopak Jaya Kelong Seafood Restoran.

Sunset di Barelang gak kalah dengan Bali. (SHNet/Stevani elisabeth) 

Tempat makan yang satu ini punya spot foto yang menarik untuk mengabadikan mentari masuk ke peraduannya.

Semburat jingga yang jatuh ke permukaan laut memantulkan cahaya yang mempesona. Harmoni alam yang luar biasa.

Jembatan Barelang, salah satu ikon Batam. (SHNet/Stevani elisabeth)

Begitu hasil bidikan kamera handphone ini diupload ke sosial media, banyak yang terpesona. Mereka langsung like dan menyatakan kagumnya.

Gak kalah dengan Bali. Sunsetnya keren banget,” begitu komentar mereka.

Menurut Edi Sutrisno, Batam memang penyumbang wisman kedua setelah Bali. Pada 2019, jumlah wisman yang berkunjung ke Batam mencapai 1,9 juta orang.

Setiap bulannya bisa mencapai 150.000 orang. Wisman dari Singapura, Malaysia, dan Cina. “Mereka datang ke Batam untuk belanja, kulineran dan spa,” kata Edi.

Namun saat pandemi Covid-19, pariwisata Batam juga terpuruk. (Stevani Elisabeth)