Respon Cepat Jasa Raharja Lakukan Pendataan Korban Sriwijaya Air

Respon Cepat Jasa Raharja Lakukan Pendataan Korban Sriwijaya Air

MENYIAGAKAN - Jasa Raharja berkoordinasi secara cepat dan efektif bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara – Kementerian Perhubungan, BASARNAS, Airnav, Sriwijaya Air, sekaligus menyiagakan personil di posko-posko yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada Bandara Soekarno-Hatta, Basarnas, dan Bandara Supadio Pontianak. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Sejak tadi malam hingga hari ini, Jasa Raharja masih terus siaga, proaktif melakukan pendataan terhadap Penumpang dan juga Keluarga Penumpang dari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 (Boeing 737-500 PK-CLC ).

Jasa Raharja berkoordinasi secara cepat dan efektif bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara – Kementerian Perhubungan, BASARNAS, Airnav, Sriwijaya Air, sekaligus menyiagakan personil di posko-posko yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada Bandara Soekarno-Hatta, Basarnas, dan Bandara Supadio Pontianak.

Hingga hari ini Jasa Raharja mendata sejumlah 56 keluarga dari penumpang Sriwijaya Air SJ182 dan langsung menghubunginya untuk menyampaikan rasa empati atas musibah yg terjadi. Domisili korban di 24 Kota dengan korban terbanyak berasal dari kota Pontianak yaitu sejumlah 15 Korban.

Direktur Operasional PT Jasa Raharja, Amos Sampetoding dalam rilis yang diterima SHNet, Minggu (10/01/2021) malam menyampaikan, “Kami terus mendoakan yang terbaik bagi Para Penumpang dan Awak Pesawat Sriwijaya Air SJ182, serta semoga dalam proses pencarian penumpang oleh BASARNAS, TNI/Polri, dan Instansi lainnya dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT Tuhan YME”.

Jasa Raharja yang tergabung dalam Group Holding Perasuransian dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) senantiasa berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

“Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat senantiasa mengedepankan transformasi digital pelayanan, melalui sistem yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil dan Perbankan sehingga memudahkan kami agar hak masyarakat atas santunan Jasa Raharja dapat diterima dengan cepat dan tepat”, tutup Amos Sampetoding.    (Nonnie Rering)