Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia Timur, Pemerintah MoU dengan Triple Helix

Perkuat Ketahanan Pangan Indonesia Timur, Pemerintah MoU dengan Triple Helix

Suharso Monoarfa

SHNet, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan di masa pandemi. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan penandatanganan nota kesepahaman kemitraan Triple Helix untuk pengembangan pertanian/ketahanan pangan di Sulawesi Utara yang digelar secara virtual, Rabu (13/1).

Ia mengatakan, pada saat masih menghadapi pandemi Covid-19, salah satu dampaknya yang harus diwaspadai adalah menurunnya konsumsi pangan berkualitas sebagai akibat menurunnya daya beli masyarakat. Karena itu, perlu dorongan yang kuat memperkuat sistem pangan nasional. Pada sisi ketersediaan pangan, fokus pemerintah adalah bagaimana menjamin produksi pangan yang berkelanjutan, industrialisasi pangan lokal, serta penguatan korporasi petani dan distribusi pangan.

Agar mencapai target tersebut, pemerintah menciptakan skema Triple Helix yaitu strategi kerjasama keterlibatan tiga pihak yang meliputi pemerintah, perguruan tinggi dan badan Usaha/Swasta. Skema tersebut diarahkan untuk pengembangan peternakan sapi terintegrasi hulu hilir yang juga mencakup sinergi antar pihak di dalam skema pendanaan.

Suharso menekankan urgensi protein hewani untuk meningkatkan SDM Indonesia. “Pemenuhan protein hewani ini menurut kami sangat penting di dalam memperkuat kualitas konsumsi pangan masyarakat, dan dalam jangka panjang berdampak kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya.

Realisasi skema Triple Helix pada tahun ini akan melibatkan pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Universitas Sam Ratulangi, Central Quennsland University dan Trade and Investment Queensland. Sulawesi Utara dipilih dengan tujuan untuk memperkuat sistem ketahanan pangan nasional di Indonesia Timur.

Pemerintah berencana untuk menggelontorkan dana sejumlah Rp100 miliar pada kerja sama tersebut. Pendanaan tersebut akan diarahkan untuk pengembangan balai perbibitan, hijauan pakan ternak, optimalisasi reproduksi ternak, peningkatan mutu dan keamanan produk hewan, pelayanan kesehatan hewan, serta fasilitasi sertifikasi, pembiayaan, investasi, dan pemasaran.

Pihak Trade and Investment Queensland berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar Rp 2 triliun untuk pengembangan industri daging sapi dalam kerangka kerjasama kemitraan ini.

Pembangunan Pertahanan

Sedangkan terkait Perencanaan Pembangunan Nasional, ia mengatakan isu strategis pada tahun ini antara lain penanganan pandemi covid 19 dan adanya disruptive teknologi pertahanan. Selain itu juga kebutuhan penguatan industri pertahanan seperti standarisasi industri pertahanan, penyusunan pohon industri pertahanan, penetapan rencana induk industri pertahanan serta penguatan KKIP.

Hal yang paling dibutuhkan sekarang adalah adanya pertumbuhan ekonomi nasional serta berubahnya peradaban yang disebabkan oleh pandemi covid 19 seperti berubahnya sistem kesehatan, akselerasi otomasi dan digitalisasi, meningkatnya peran artificial intelligence dan big data, adanya perubahan value chain secara global, adanya peningkatan telework dan green recovery.

Adapun sasaran dan target pembangunan pertahanan tahun 2021 adalah presentase pemenuhan essential force, presentase kontribusi industri pertahanan dan presentase ancaman yang dapat diatasi. (ji)