Gebrakan Wikan Sakarinto Bangun Citra Baru Pendidikan Vokasi

Gebrakan Wikan Sakarinto Bangun Citra Baru Pendidikan Vokasi

Dirjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D

SHNet, Jakarta– Keberhasilan sebuah program, gagasan, bahkan pelaksanaan kebijakan, tidak lepas dari citra, image, ataupun brand. Citra yang baik, brand yang bagus dari sebuah produk maupun rencana  kebijakan, akan lebih memuluskan jalan tercapainya tujuan. Inilah yang diinginkan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto tentang pendidikan vokasi yang dibawah tanggungjawabnya.

“Ya, sejak tahun lalu dan kini di tahun 2021, kita terus mensosialisasikan brand baru, citra baru dari pendidikan vokasi. Kita melakukan sejumlah langkah untuk rebranding pendidikan vokasi,” ujar Wikan Sakarinto S.T., M.Sc., Ph.D, dalam wawancara khusus dengan Sinar Harapan Net (SHNet) dan Majalah Gatra, Kamis (7/1/2021). Wawancara via zoom ini juga dihadiri Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Dr. Ir. M. Bakrun, M.M, Direktur Pendidikan Vokasi, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T, dan Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Kerja Sama Dunia Usaha dan Dunia Industri, DR Ahmad Saufi, S.Si., M.Sc

Mengenai sasaran  dari rebranding pendidikan vokasi,  Wikan menyebutkan yakni kepada anak-anak  SMP dan  kedua orang tuanya, anak-anak SMA/SMK dan dan siswa Madrsash  Aliyah k serta orang tuanya. “Kita akan bombardier dengan segala informasi berulang-ulang melalui berbagai flat form media, baik konvensional (poster) maupun poster digital,  ke kepala-kepala SMP, SMA,SMK, dan juga Pondok  Pesantren,” tambahnya.

Selain itu, akhir tahun lalu, tepatnya pada 28 September 2020, Dirjen Vokasi telah meluncurkan akun kanal YouTube bernama Wikan-Sakarinto. Menurut menurut pria kelahiran, 17 Maret 1975 yang  menyelesaikan S1 di Universitas Gadjah Mada pada Program Mechanical Engineering Tahun 2001, kanal YouTube merupakan bentuk saluran komunikasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas, termasuk pihak industri, untuk berbagi informasi faktual dan inspirasi.

Di kanal Youtube ini , masyarakat akan mendapatkan informasi yang komprehensif,  karena berisi sub-channel antara lain; 1) Vokasi Keren, 2) Link & Match, 3) Vlog, 4) Good News from Indonesia, 5) Movies and Entertainment, 6) Kolaborasi, dan 7) Family Man. Akun YouTube ini juga tidak di monetize atau murni sebagai bentuk saluran komunikasi Dirjen Vokasi dengan masyarakat secara luas dalam melakukan interaksi secara online.

“Dengan media kita akan semakin sering melakukan sosialisasi tentang pentingnya pendidikan vokasi ini,” tambah Wikan yang melanjutkan  S2 di University of Twente, Belanda dan Dortmund University, Jerman pada Program Mechanical Engineering Tahun 2005; dan S3 di Kobe University Jepang pada Program Mechanical Engineering Tahun 2016 ini,

Prospek Cerah                                                    

Tentang rebranding dan pendidikan vokasi, mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM Yogya ini menegaskan pihaknya ingin menciptakan citra baru terhadap pendidikan vokasi. Wikan bersemangat memberikan pemahaman bahwa pendidikan vokasi juga memiliki prospek yang sangat baik untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Kami mau me-rebranding SMK, politeknik, Pendidikan Tinggi Vokasi, dan juga lembaga kursus kita mau  agar  masyarakat memahami bahwa pendidikan vokasi bukan pilihan kedua dalam dunia pendidikan,” katanya.

Wikan ingin mengajak dan sekaligus mengingatkan kaum  muda untuk memilih sekolah atau kampus yang sesuai dengan passion dan gairahnya, sebab jika memilih sekolah atau kampus tanpa gairah dan tidak sesuai dengan bidang yang diinginkan, maka akanmenjadi penderitaan seumur hidup. “Jangan sampai hanya sekadar mengejar ijazah dan gelar tapi tidak  pas denfan  karakternya,” tambah Wikan.

Masih dalam kaitan rebranding dan sosialisasi pendidikan vokasi, Wikan mengungkapkan Ditjen Vokasi dalam rangka memperingati HUT-nya yang pertama menggelar berbagai acara, salah satunya lomba lomba cover lagu yang berjudul “Condong pada Mimpi – Vokasi Berjaya”.

Pembuatan lagu “Condong pada Mimpi” terinspirasi dari kisah kehidupan Wikan Sakarinto yang memilih pendidikan vokasi. Ketika lulus SMA, ia ingin meneruskan pendidikannya ke program sarjana Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), namun gagal dan akhirnya memutuskan untuk fokus menjalankan program Diploma Jurusan Teknik Mesin UGM.(Sur)