Empat BUMN Sepakati Bentuk TMI

Empat BUMN Sepakati Bentuk TMI

SHNet, JAKARTA – Empat BUMN yang tergabung dalam Klaster Telekomunikasi dan Media: Perum Produksi Film Negara, PT Telkom Indonesia, PT Danareksa, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menandatangani Nota Kesepahaman pembentukan Telecommunication and Media Institute (TMI) disaksikan oleh Deputi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Alex Denni.

Dalam sambutannya ketika meresmikan Telecommunication & Media Institute (TMI) secara daring di Jakarta, Selasa (30/12/2020) Deputi Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Alex Denni menginformasikan tentang keputusan Menteri BUMN dan seluruh pimpinan Kementerian BUMN bahwa BUMN harus memiliki Learning Institute dan Research Institute, sebagai pusat inovasi guna menghadapi tantangan zaman yang kian menantang.

Alex Denni mengatakan, kehadiran Learning and Research Institutes diprioritaskan untuk melahirkan world class leaders dan talenta unggul BUMN. Agar terjadi percepatan praktek manajemen BUMN berstandar global, berkapabilitas digital, serta mampu membangun teknologi spesifik yang dibutuhkan sebuah BUMN agar tetap relevan.

Sinergi 4 BUMN menghasilkan kolaborasi antara Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) milik PT Telkom Indonesia dengan PFN Creative Academy (PCA) milik Perum Produksi Film Negara, dan learning serta research centers milik PT Danareksa dan PT PPA.

Sinergi ini diproyeksikan akan membentuk Information technology Business to Business Solution Schools & Labs, antara lain: Content Creation School & Lab, Business Restructuring School & Lab, Stock Market School & Lab, Digital School & Lab, dan Communication School & Lab.

Langkah membentuk Indonesia Telecommunication and Digital Research Institute (ITDRI) dilakukan seiring dengan perkembangan telekomunikasi dan media di era bisnis digital saat ini. PT Telkom Indonesia berkembang dari sebuah perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital.

Di sisi lain, Perum Produksi Film Negara telah bertransformasi dari usaha rumah produksi menjadi perusahaan pendukung pembiayaan produksi film dan konten bagi pasar domestik dan internasional, sebagai jawaban atas dikeluarkannya industri film dari negative list investasi Indonesia.

PFN Creative Academy (PCA) fokus pada sertifikasi nasional dan internasional, serta membina UKM lokal agar mampu mengoperasikan usahanya dengan standar internasional, agar mampu menjangkau peluang yang terbentuk oleh geliat luar biasa industri film dan konten nasional maupun internasional.

Kebutuhan tenaga kerja di sektor industri kreatif di Indonesia diproyeksikan akan naik melampaui 8 persen pada tahun 2035. Jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif di Indonesia cukup besar jika dibandingkan negara-negara lain. Sebagai pembanding, tenaga kerja ekonomi kreatif di Indonesia mencapai 14% dari seluruh penduduk usia produktif, sementara di keseluruhan Asia Pasifik hanya 43%, Eropa 26%, Amerika Utara 16%, Amerika Latin 7%, Afrika dan Timur Tengah sebesar 8%.

Kolaborasi Perum PFN dengan PT Telkom Indonesia, Dana Reksa dan PPA akan memungkinkan pemanfaatan teknologi digital untuk percepatan peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan industry film dan konten nasional untuk berkompertisi dan mampu mempenetrasi pasar Indonternasional. (vy)