Dua Varietas Kedelai Unggul dari BATAN, Ini Keunggulannya

Dua Varietas Kedelai Unggul dari BATAN, Ini Keunggulannya

Varietas-varietas kedelai unggul dari BATAN. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) pada akhir 2020 telah menghasilkan dua varietas kedelai unggul yang diberi nama Sugentan 1 dan Sugentan 2.

Sugentan merupakan singkatan dari Super Genjah BATAN. “Kita punya varietas-varietas unggul di bidang pertanian. Untuk kedelai, sejak 1987-2020 ada 14 varietas unggul. Akhir tahun 2020, BATAN menghasilkan 2 varietas unggul kedelai yakni Sugenta 1 dan Sugenta 2 yang saat ini masih menunggu SK dari Menteri Pertanian,” ujar Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring, Rabu (13/01/2021).

Ia mengatakan, varietas unggul kedelai ini merupakan solusi untuk mengatasi kelangkaan kedelai dan ketergantungan terhadap kedelai import di Indonesia. “Harga kedelai naik tinggi dan harga kedelai import juga naik. Kedelai kita sebagian besar masih import.,” ujarnya.

Kepala BATAN Anhar Riza Antariksawan. (SHNet/stevani elisabeth)

Menurutnya, kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Apalagi kedelai terkait erat dengan makanan yang banyak dikonsumsi masyrakat Indonesia seperti tempe, tahu dan kecap.

Lebih jauh peneliti BATAN, Arwin menjelaskan, Sugenta 1 dan Sugenta 2 memiliki beberapa keunggulan.

Pertama, umur kedelai di bawah 70 hari, sshingga petani bisa memanfaatkan lahan kosong untuk menanam kedelai ini pasca panen padi. Kedua, varietas Sugentan 1 dan Sugentan 2 mengandung protein 40%, lebih tinggi dari kandungan protein yang ada di kedelai import.

Ketiga, kandungan lemak dari varietas kedelai baru ini 15% lebih rendah dari kandungan lemak kedelai import.

Keempat, dapat ditanam tanpa olah tanah. “Sugenta 1 dan Sugenta 2 merupakan varietas kedelai unggul yang dihasilkan dari induk Argomulyo. Varietas unggul tersebut lebih sehat dan segar, sehingga rasa tahu dan tempe lebih enak,” kata Arwin. (Stevani Elisabeth)