Batik Batam Layak Dikemas umtuk Produk Unggulan

Batik Batam Layak Dikemas umtuk Produk Unggulan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno memegang kain batik Batam, (Dok. Biro Komunikasi Kemenparekraf)

SHNet, Batam– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, batik Batam layak dikemas menjadi produk unggulan.

“Batik Batam sangat layak dikemas untuk produk unggulan. Kalau dikolaborasikan dengan desainer nasional dan internasional, mudah-mudahan batik Batam diminati ditengah pandemi dan lemahnya ekonomi,” ujar Sandi saat berkunjung ke Kantor Dekranasda Kota Batam, kemarin,

Menurutnya, batik Batam memiliki potensi karena kriya menjadi sub sektor andalan. Pasar untuk produk-produk kriya selalu ada. Kontribusi kriya untuk PDB sebesar 14,9% atau sekitar 6,4 milyar dolar Amerika.

Selain batik Batam, songket dari Pulau Ngenang juga bisa menjadi produk andalan. Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga berjanji Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan membantu Dekranasda Kota Batam untuk memasarkan Batik Batam.Delain itu, Kemenparekraf juga memberikan dukungan berupa pendampingan dan pelatihan.

“Kami ajak Dekranasda Kota Batam untuk ikut program #BeliKreatifLokal yang akan diluncurkan pada Februari 2021 di Danau Toba, Sumatera Utara.

Menparekraf optimistis produk-produk yang dihasilkan para pengrajin lokal, termasuk di Kota Batam dapat menarik minat pasar. Tidak hanya pasar lokal, tapi juga mancanegara.

Bekerja sama dengan Dekranasda, diharapkan para pengrajin lokal dapat meningkatkan kapasitas sehingga tidak hanya lebih mahir dalam produksi, namun juga mengetahui selera pasar dan memasarkannya.

Pandemi memberikan dampak yang besar terhadap para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Banyak pelaku ekonomi kreatif, terutama UMKM yang harus kehilangan pemasukan bahkan terpaksa memberhentikan sebagian pekerjanya.

“Ini menjadi keprihatinan kami, untuk itu kami di Kemenparekraf akan bekerja sama dengan Dekranasda untuk memetakan peluang-peluang kerja yang hilang sehingga kita bisa isi kembali dengan konsep kolaborasi agar kita mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat di kota Batam,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, mengakui salah satu kendala yang dialami para pelaku ekonomi kreatif di Kota Batam adalah promosi.

Ia pun berharap dukungan dari Kemenparekraf/Baparekraf akan lebih meningkatkan kualitas produk ekonomi kreatif para pengrajin di kota Batam. “Kita harap Kemenparekraf bisa terus mendukung kami,” kata Marlin Agustina. (Stevani Elisabeth)