Santai Sejenak Sambil Melukis Pot di Serayu Pot & Teracotta

Santai Sejenak Sambil Melukis Pot di Serayu Pot & Teracotta

Deretan pot yang sudah dilukis. (Dok.SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Ubud– Cuaca di Ubud dari pagi memang kurang bersahabat. Langit mendung, bahkan siang hari, Ubud diguyur hujan. Rute perjalanan peserta Familiarization Trip (Famtrip) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada hari kedua dimulai dengan menggunjungi Hidden Canyon Beji Guwang, D’Tukad dan Serayu Pot & Teracotta.

Jelang sore, rombongan kami tiba di Serayu Pot & Teracotta. Usaha yang dirintis oleh Wayan Cameng ini terletak di Jalan Gunung Sari, Paliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Giayar, Bali.

Di pinggir jalan, pengunjung akan melihat deretan pot dari tanah liat dengan beragam bentuk dan ukurannya. Bahkan pot-pot ini juga terpajang di anak tangga menuju ruang workshop.

Uniknya dari tempat ini, pengunjung tidak hanya membeli pot-pot cantik dengan berbagai bentuk dan ukuran, tetapi juga bisa bersantai sejenak dengan melukis pot dan terracotta.

Areal melukis ada di lantai 1. Ketika masuk ke ruangan ini, pengunjung akan melihat pot-pot dan terracotta yang cantik terpajang rapi di dinding. Bahkan di beberapa sudut ruangan terpajang tanaman-tanaman hias yang lagi booming.

Tak hanya melukis, pengunjung pun dapat menikmati suasana sore dengan ditemani secangkir kopi Bali.

Deretan pot yang sudah dilukis dikeringkan sebelum dikemas (SHNet/stevani elisabeth)

Sekitar 15 tahun silam, Wayan Cameng memulai usahanya, “Berdiri sejak 15 tahun lalu. Setelah bom Bali. Awalnya, memang buka usaha terracotta ini di bawah. Seiring perkembangan pariwisata, ada inisiatif dari anak, membuat tim untuk orang – orang yang memiliki kecintaan melukis di terracotta. Mulai 10 tahun lalu, kami menyediakan melukis dengan media terracotta,” ujarnya.

Wayang mengaku, apresiasi terbesar dia dapatkan dari wisatawan asing. Hal tersebut terjadi sebelum pandemi melanda Indonesia dan membuat sektor pariwisata khususnya Bali mengalami keterpurukan.

Kreasi yang ditampilkan Wayan Cameng beragam dan lebih dominan ke human interest. Kreasi lukisannya mulai dari keindahan alam Ubud, bunga, sawah dan budaya.

Melukis di media pot. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Seiring berkembangnya dunia seni, semakin banyak sekolah seni, dia pun mulai beradaptasi. Memiliki kemampuan autodidak, membuatnya tidak sulit beradaptasi pada perkembangan seni.

“Setelah perkembangan seni lukis dan sekolah seni semakin banyak, pengaruh model art itu sangat banyak, dan saya terus beradaptasi,” ungkap Wayan..

Dikenal lewat medsos

Kemajuan teknologi telah membawa nama Serayu Pot & Teracotta semakin terkenal luas. Tidak hanya masyarakat Bali saja, tapi mereka yang di luar Bali juga.

Apalagi saat ini sudah ada media sosial (medsos) seperti instagram, facebook dan sebagainya..

Made Indah Jayanthi, selaku pengelola Pot & Terracotta menjelaskan, pandemi covid-19 justru berbuah manis dan berdampak pada usaha ayahnya.

“Meski yang berkunjung ke Ubud sepi dan berkurang, tetapi pemesanan untuk media tanaman, pot & terracotta justru meningkat. Kalau pandemi malah justru naik 100 persen karena orang pada hobi tanaman. Ada yang pesan polosan dan ada juga yang desain,” kata Made.

Dia menambahkan, permintaan dari luar kota hingga mancanegara juga meningkat. Sebelumnya, dia tidak pernah menyangka minat pasar yang begitu besar untuk pot & terracotta saat ini.

“Kami memberanikan diri untuk menjual antar pulau. Sekarang kencangnya di Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Bogor, Surabaya, yang terjauh ke Sidney,” paparnya.

Ingin santai sejenak sambil melukis pot dan terracotta di sini, Anda bisa datang ke Serayu Pot & Terracotta pukul 09.00-17.00 WITA..

Saat pandemi, harga yang ditawarkan untuk orang dewasa Rp. 179 ribu dan anak – anak Rp.149 ribu, dengan diskon 15 persen.

Anda juga bisa membeli pot dan terracotta yang sudah dilukis dan tampak cantik. Harga yang dibandrol mulai dari Rp. 20 ribu hingga Rp.300 ribu untuk ukuran kecil dan sedang, semua tergantung ukurannya,” ungkap Made. (Stevani Elisabeth)