MICE Tourism Bali Siap Bangkit di Era New Normal

MICE Tourism Bali Siap Bangkit di Era New Normal

Bali memiliki salah satu produk unggulan yaitu Meeting, Insentive, Conference, and Exhibition (MICE) Tourism. Keberhasilan Bali menyelenggarakan MICE tidak lepas dari dukungan beberapa faktor, misalnya jumlah akomodasi kamar, ruang rapat, dan fasilitas infrastruktur penunjang lainnya yang memadai. Selain itu, keramahan penduduk Bali, keindahan, dan kedamaian alam Pulau Dewata juga turut mendorong Bali sebagai destinasi MICE dunia.

Beberapa kegiatan meeting tingkat dunia yang pernah diadakan di Bali dan berjalan sukses, antara lain “APEC 2013”, “IMF-World Bank Annual Meeting 2018” serta konferensi bertaraf internasional lainnya.
Dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang menyebar di hampir di seluruh negara di dunia, beberapa kegiatan MICE yang sudah direncanakan penyelenggaraannya di Bali seperti “Asia Pacific City Summit and Mayors”, ”International Conference on Human Rights and Human Dignity”, dan “KTT Perubahan Iklim Dunia” terpaksa ditunda penyelenggaraannya.

Keadaan ini telah melahirkan budaya baru yang disebut sebagai era new normal. Agar Bali bisa ambil bagian di era ini, ada beberapa persyaratan atau protokol yang harus dipenuhi, yakni memenuhi standar kebersihan, standar kesehatan, standar keamanan, dan standar kelestarian lingkungan.

Dengan melihat kekuatan dan potensi Bali dalam rangka penyelenggaraan MICE beberapa tahun terakhir, mau tidak mau Bali harus mengikuti apa yang disyaratkan di dalam ketentuan-ketentuan protokol kesehatan yang Clean, Health, Safety, and Environment (CHSE).

Ke depan, untuk tetap menjadi tempat favorit penyelenggaraan MICE, Bali harus mampu berinovasi dan menyajikan sesuatu yang baru. Salah satunya adalah menawarkan konsep MICE baru yaitu pertemuan di ruang terbuka, sehingga Bali dapat tetap unggul.

Dengan #InDOnesiaCARE dan keramahan penduduk Bali, penyelenggaraan MICE dijamin dapat berlangsung aman. Karena masyarakat di Pulau Dewata berkomitmen dan peduli terhadap kesejahteraan wisatawan dengan melayani tanpa kontak sentuh.

Keindahan alam Bali juga dapat memberi inspirasi kepada peserta MICE. Implementasi protokol kesehatan yang sesuai dengan standar internasional akan menjadikan Bali tetap sebagai destinasi MICE terbaik di dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Wishnutama Kusubandio, menyampaikan optimismenya bahwa MICE di Bali akan kembali bangkit. Potensi ekonomi dari penyelenggaraan MICE sangat tinggi dan menjadi bagian strategis dari pariwisata. Untuk itu perlu disusun Standard Operating Procedure (SOP) pelaksanaan MICE dengan baik dan cermat. (Adv)