Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Penerapan CHSE di Industri Event

Kemenparekraf Gelar Sosialisasi Penerapan CHSE di Industri Event

Sosialisai pelaksanaan kegiatan dan penerapan protokol CHSE di industri event, di Hotel Westin Jakarta, Selasa (22/12). (Dok. Dudut }

SHNet, Jakarta- Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Banyak sektor Parekraf yang tutup akibat pandemi Covid-19, termasuk penyelenggara kegiatan (event).

“Kemenparekraf melakukan mitigasi melalui protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviromental Sustainability). Konsep CHSE sudah dibicarakan sejak Mei 2020,” ujar Sekretaris Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Edy Wardoyo pada Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan dan Penerapan Protokol CHSE Event, di Hotel Westin Jakarta, Selasa (22/12) malam.
.
Tujuannya untuk membangun optimisme dan semangat pelaku ekonomi kreatif. Diharapkan industri event bisa bergerak sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. “Eksekutor dan regulator industri event bisa bergerak lagi di era new normal,” kata Edy.

Menurutnya, sosialisasi panduan protokol kesehatan dengan target audiens yaitu para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan (event) seperti para promotor, pekerja, pengunjung, pengisi acara, vendor, tenant, pengelola venue, asosiasi dan pemerintah daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pemahaman stakeholder industri event pariwisata di Indonesia terkait pelaksanaan kegiatan (event) yang tertib, bersih, sehat dan sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru.

Dikatakan, dalam sosialisasi CHSE ini seluruh terlibat dalam ini telah melakukan rapid test dengan hasil non-reaktif, seluruh tamu undangan dan juga para pekerja yang terlibat harus melakukan registrasi atau pendaftaran secara online dan akan mendapatkann barcode sebagai akses masuk ke tempat acara CHSE.Di tempat acara pengaturan kapasitas dan jarak sesuai dengan protokol kesehatan dan harus memakai masker.

Ia menambahkan, dengan penerapan protokol kesehatan ini, maka kita akan mendapatkan wisatawan manca negara maupun wisatawan lokal yang berkualitas, sehingga destinasi yang dikunjungi juga berkualitas.

“Dengan penerapan CHSE ini maka regulator bisa mendapatkan nilai positif dalam new normal. Kita juga akan mendapatkan wisman dan wisnus yang berkualitas,” tegasnya.

Irvan Mahidin Sukanto selaku anggota Ivendo, menuturkan pada saat pelaksanaan event, protokol kesehatan yang diterapkan sesuai dengan handbook tidak serumit yang dibayangkan. “Intinya kita sebagai pelaku event harus bisa membangun komunikasi dan koordinasi secara komprehensif dengan stakeholder terkait, sehingga event dapat berjalan dengan kondusif,” kata Irvan.

Kemudian, anggota Ivendo lainnya, Reza Lesmana, mengatakan, pelaku usaha event saat ini diharapkan mampu membiasakan diri untuk mencatat apa yang dilakukan dan melakukan apa yang tercatat.

“Pencatatan ini berfungsi untuk evaluasi setelah event selesai. Pelaku usaha diberi waktu selama 14 hari untuk melakukan tracing, hal ini dilakukan agar pelaku event mengetahui stakeholder mana saja yang terlibat di dalam event tersebut, sehingga dapat memitigasi situasi darurat,” ujar Reza. (Stevani Elisabeth)