De Djawatan, Hutannya Mirip Lokasi Film “The Lord of The Rings”

De Djawatan, Hutannya Mirip Lokasi Film “The Lord of The Rings”

Salah satu wisata alam #DiIndonesiaAja yang sedang hit di Banyuwangi ini disebut De Djawatan. Destinasi ini menawarkan hijaunya Hutan Trembesi, yang mengingatkan pada bentuk pepohonan hutan Fangorn, mirip dalam film trilogi The Lord of The Rings maupun The Hobbit. Tempat ini awalnya merupakan area bangunan tua yang digunakan sebagai tempat untuk mengelola kereta api. Selain sebagai tempat wisata, kawasan De Djawatan juga dimanfaatkan untuk resapan air.

De Djawatan sebelumnya lebih dikenal warga lokal sebagai Djawatan Benculuk. Benculuk adalah nama sebuah desa di Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Seiring misi pariwisata Banyuwangi dalam mengembangkan wisata alam, Djawatan pun mendapat perhatian. Djawatan mulai ditata dan dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata baru di selatan Banyuwangi. Hasilnya, Djawatan kini tampil lebih rapi dan bersih, serta dilengkapi fasilitas yang memadai bagi wisatawan.

Sejak dipoles dengan wajah baru, namanya pun disesuaikan agar lebih menjual. Djawatan Benculuk pun sekarang berubah menjadi De Djawatan. Bukan sekadar ganti nama, ada suasana baru yang dihadirkan, tampil lebih warna-warni.

Keunikan sekaligus kekhasan Djawatan terletak pada banyaknya pohon trembesi berukuran besar yang menghuni kawasan ini. Ada sekitar lima puluh pohon trembesi besar peninggalan Belanda yang masih hidup di lahan seluas 3,8 hektare ini. Yang membuat pohon trembesi ini berkesan unik adalah seluruh bagian pohonnya tertutup benalu atau pakis yang menumpang hidup di batang pohon. Sehingga dari kejauhan pohon ini seakan-akan berbulu.

Tak sulit menuju De Djawatan. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan pribadi. Jika ditempuh dari Kota Banyuwangi, jarak tempuh menuju De Djawatan adalah sekitar 31 kilometer ke arah selatan. Jarak tersebut bisa ditempuh selama kurang lebih satu jam.

Rute tempuh menuju De Djawatan dari Kota Banyuwangi pun cukup mudah. Rute yang harus dilalui adalah jalan utama Banyuwangi—Jember ke arah selatan. Selama perjalanan, wisatawan bukan hanya bisa menikmati pemandangan, tetapi juga bisa sambil berolahraga dengan adanya fasilitas tersebut.

Sebelum masuk area De Djawatan, pengunjung harus membayar tiket masuk. Tenang saja, harga tiket yang harus dibayarkan tidaklah mahal.

Harga tiket masuk De Djawatan Banyuwangi Rp50 ribu per orang. Sementara tiket parkir sepeda motor Rp2 ribu saja. Wisatawan bisa berkunjung ke De Djawatan, Banyuwangi, mulai pukul 07.00—17.00 WIB.

Namun, jangan lupa taati protokol kesehatan ketika berlibur di sini, yakni dengan mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker, serta menjaga jarak. (Adv)