Soto Achri, Kuliner Legendaris Asli Garut

Soto Achri, Kuliner Legendaris Asli Garut

H. Endang, generasi kedua yang meneruskan usaha Soto H Achri. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Garut yang dijuluki “Swiss Van Java” tak hanya kaya akan keindahan alam dan budayanya saja, tetapi juga kulinernya.

Salah satunya adalah Soto H Achri. Belum lengkap rasanya kalau ke Garut belum menyantap kuliner yang satu ini. Soto H Achri merupakan kuliner legendaris asli Garut.

H Achri memulai usahanya sejak 1943. Lokasinya di Gang Hardjo, salah satu sudut Pasar Mandala Giri. Biarpun lokasinya di gang, namun pelanggannya sangat banyak. Para pelanggannya tersebut bukan hanya masyarakat Garut saja, tetapi juga wisatawan dari Bandung, Yogyakarta, Jakarta. Selain itu, para pejabat daerah hingga menteri pun pernah bertandang ke gang ini untuk menyantap soto H Achri. Bahkan saat akhir pekan atau hari libur, orang yang datang bisa dua kali lipat jumlahnya.

Kamu juga mesti sabar mengantri untuk menyantap semangkuk soto Achri. Pasalnya dari pagi, gang ini sudah dipadati pengunjung.

Tak jarang mereka yang tak tertampung di kedai, pihak keluarga H Achri menyediakan tempat di rumah mereka atau rumah sanak familinya yang ada di Gang Hardjo untuk menampung pelanggannya.

Soto Achri setiap harinya buka pukul 07.00-12.00 WIB. Jadi jangan sampai lupa ya. Terkadang baru pukul 11.00 WIB, soto sudah habis.

Meski lokasinya di gang, namun selalu dipadati pengunjung. (SHNet/stevani elisabeth)

Apa yang membuat Soto Achri jadi legend dan istimewa? Rahasianya terletak di proses memasaknya. Daging sapi, kuah soto dan nasi dimasak di atas tungku dengan menggunakan kayu bakar. Resepnya pun masih sama dengan yang digunakan oleh pendirinya.

“Kami masih mempertahankan cara memasak dan resep yang digunakan oleh bapak saya. Memasak menggunakan kayu bakar jadi ciri khas Soto Achri,” ujar H. Endang, putra kedua dari H. Achri.

Daging sapi yang digunakan lebih banyak menggunakan daging kepala sapi. Soto tersebut terkenal dengan dagingnya yang super lembut dan kuah santan kuningnya yang nikmat. Setiap harinya diperlukan sekitar 15-25 kg daging dan 5 kg kelapa. Sedangkan untuk nasinya, setiap hari habis 15 kg beras.

Ciri khas Soto H Achri , dimasak menggunakan kayu bakar. (SHNet/stevani elisabeth)

Semangkuk soto dilengkapi pula taburan bawang goreng dan kacang kedelai goreng. Lebih nikmat lagi bila disantap dengan kerupuk kulit kerbau. Selain daging sapi, soto Achri juga punya menu soto ayam.

Penasaran dengan harganya? Semangkuk soto sapi berikut nasi dibandrol dengan harga Rp 28.000, sedangkan soto ayam dengan nasi seharga Rp 22.000 per porsi.

Soto H Achri, kuliner legendaris asli Garut yang sudah ada sejak 1943. (SHNet/stevani elisabeth)

Meski pendirinya sudah tiada, namun usaha soto ini masih diteruskan oleh anak dan cucunya hingga sekarang. H, Endang meneruskan usaha ayahnya sejak tahun 1979.

Di Garut sendiri ada dua tempat yakni di Gang Hardjo dan cabangnya di Jalan Cimanuk. Sedangkan di Bandung ada 4 cabang, salah satunya di daerah Buah Batu.. (Stevani Elisabeth)