Kepala LL Dikti: Kuliah Tatap Muka Bergantung Rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 dan...

Kepala LL Dikti: Kuliah Tatap Muka Bergantung Rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 dan Pemrov DKI

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta, Agus Setyo Budi (kedua dari kiri), dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dihadiri oleh 282 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Hotel BIdakara, Jakarta, Kamis (26/11).

SHNet, Jakarta-Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III DKI Jakarta, Agus Setyo Budi menegaskan, pihaknya akan memberikan izin perkuliahan tatap muka di lingkungan perguruan tinggi di bawah LL Dikti setelah ada rekomendasi GugusTugas Covid-19 dan juga Pemerintah Provinsi DKI.

“Masing-masing perguruan tinggi yang sudah siap, pasti aan mengjukan izin ke kita dan kita akan kordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Pemrov DKI, kita tidak ingin ada masalah ketika perkuliah berjalan,” ujar Agus Setya Budi menjawab pertanyaan wartawan, usai menutup acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dihadiri oleh 282 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Hotel BIdakara, Jakarta, Kamis (26/11).

Meski sudah ada pernyataan dari Menteri Pendidikan dan Kebudyaan Nadiem Anwar Makarim  tentang diperbolehkannya kegiatan belajar tatap muka untuk kembali pada Jumat lalu (22/11), tetapi menurut pengakuan Agus belum ada perguruan tinggi yang mengajukan izin perkuliahan tatap muka.

Menurut Agus, kampus yang paling siap denga protokol kesehatan, sesuai dengan rekomendasi Gugus Tugas Covid-19 dan juga Pemrov DKI pasti akan melaksanakan perkuliahan tatap muka, tetapi sebaliknya bagi yang belum siap maka harus memenuhi terlebih dahulu semua persyaratan protocol kesehatan.

“Kami sedang melakukan  observasi, kita survei tingkat kesiapannya sampai di mana. Jadi bukan tidak mungkin, (ada yang buka) dia mundur juga dari Januari nantinya. Selain itu juga kami terus melakukan komunikasi dengan smeu perguruan tinggi,” kata Agus.

LL Dikti ujar Agus, tidak ingin disalahkan jika suatua ketika, pasca perkuliahn tatap muka kemudian timbul persoalan, karena itu persiapan kampus harus benar-benar maksimal dan memenuhi syarat. MIslanya, apakah tempat mencuci tangan sudah memadai, kemudian juga apakah sudah diatur jaga jarak setiap kelas/ruang, dan sebagainya.

Terkait dengan ini, Agus  juga meminta kampus menyiapkan Satgas covid-19 internal. Hal ini berguna untuk mengawasi aktivitas dalam kampus dan melaporkan jika terdapat kasus covid-19 di lingkungan kampus.

“Pengawasan atas pelaksanaan kuliah tatap muka itu  nantinya, dari Satgas internal kampus. Kayak Pemprov DKI kan Satpol PP-nya mutar, ada kerumunan dibubarkan,” katanya. (sur)