Hj.Melani Leimena Suharli: Jadi Pengusaha Harus Kreatif dan Berani Bersaing

Hj.Melani Leimena Suharli: Jadi Pengusaha Harus Kreatif dan Berani Bersaing

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hj.Melani Leimena Suharli, (ketiga dari kiri) usai menutup acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Produksi dan Kewirausahaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru IKM pascapandemi Covid-19 di Jakarta, Kamis (19/11).

SHNet, Jakarta- Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hj.Melani Leimena Suharli mengungkapkan, untuk menjadi pengusaha harus kreatif dan berani bersaing, karena dengan kreatif maka inovasi akan terjadi dan dengan berani bersaing maka akan meningkatkan daya saing.

“Kenapa harus membangun daya saing, karena kita harus mengejar negara-negara lain dalam berbagai persaingan dalam kompetisi dunia yang semakin bebas,” ujar Melani ketika menutup acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Produksi dan Kewirausahaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru IKM pascapandemi Covid-19 di Jakarta, Kamis (19/11). Pelatihan Bimtek ini berlangsung sejak 16 November lalu.

Lebih lanjut Melani mengatakan, memasuki era persaingan bebas dunia saat ini, keahlian saja tidak cukup bagi seorang pengusaha, namun harus diimbangi kemampuan strategi bisnis yang melibatkan perkembangan teknologi.

Menurut Melani, ada tiga) hal yang penting bagi seorang pengusaha dalam menghadapi persaingan bisnis dunia, yaitu;

1). Perluas wawasan dan Jaringan

Di era digital yang sudah lekat dengan pesatnya perkembangan internet, wawasan maupun jaringan bisnis menjadi faktor penting, dan menjadi wajib untuk dimiliki oleh entrepreneur dan bahkan mungkin untuk dikembangkan.

Kreatifitas seorang pengusaha menjadi penting untuk dimiliki. Miliki wawasan yang luas, network yang luas. Terus belajar dari membaca banyak buku, dan teruslah mencari informasi seluas-luasnya dimanapun kapanpun. Intinya jangan Gagap Teknology (Gaptek)

2). Keterbatasan modal bukan menjadi alasan .

Jangan sampai sebagai pengusaha menjadikan alasan keterbatasan modal untuk menunda atau bahkan takut memulai berbisnis. Ketika niat dan konsep bisnis sudah disusun dengan matang, bagi yang merasa tidak mempunyai modal yang cukup bisa mencari beberapa alternatif.

Berbisnis bukanlah ajang mengedepankan egoisme ataupun sifat personal. Saat ini berbisnis bisa diartikan sebagai kerjasama dari banyak pihak. Bukan jamannya lagi mengembangkan bisnis secara personal, melainkan selalu butuh orang lain baik itu sebagai partner kerja, pemodal atau bahkan hanya teman tukar pikiran.

Kalau tidak punya modal, cari mitra bisnis yang punya modal. Sudah tidak zaman untuk melakukan semuanya sendirian. Mitra bisnis kita perlukan untuk saling menyemangati ketika sedang down, bisa untuk teman tukar pikiran, dan lain-lain.

3). Gali terus potensi media online

Sarana berbisnis tentunya semakin lama akan terus meningkat dan mengalami perkembangan. Bahkan bisa dibilang tren penggunaan media online sebagai alternatif jual beli perlahan telah menggeser dominasi gaya jual beli tradisional.

Meskipun tidak bisa terpisah sepenuhnya, namun transaksi bisnis via internet nampaknya akan terus dilirik dalam beberapa waktu mendatang. Bagi kita yang bisa memanfaatkan peluang ini sesegera mungkin, tentu akan lebih mudah berada di “jajaran atas” persaingan bisnis nantinya.

Para peserta Bimbingan Teknis  berjumlah 90 orang, yang terdiri dari 6 (enam) kelompok, yaitu;

  1. Bimtek dan Kewirausahaan IKM Kerajinan Berbahan Dasar Kardus (KUB Ve-Art)
  2. Bimtek dan Kewirausahaan IKM Produksi Sepatu dan Sendal dari Kulit (KUB Mandiri Production),
  3. Bimtek dan Kewirausahaan IKM Produksi Olahan Kopi (KUB Keopi Bon),
  4. Bimtek dan Kewirausahaan IKM Produksi Olahan Ikan Air Tawar Lele (KUB Saung Al Lele),
  5. Bimtek dan Kewirausahaan IKM Service Handphone (KUB Kain Cell),
  6. Bimtek dan Kewirausahaan IKM Service Komputer (KUB Netro Computer),

Melani menyarankan, dari 90 peserta yang saat ini ikut Bimtek, setelah pulang kerumah tidak kendor, terus bersemangat, dan segera mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. “Saya berharap 90 orang yang dilatih saat ini bisa mengajak anak atau keluarganya menjadi pebisnis baru. Dari 90 peserta jika mengajak 2 (orang) saja, maka akan ada sekitar 270 orang pengusaha baru. Semoga bimtek ini menjadi awal yang baik untuk menambah jumlah pengusaha di Indonesia,”katanya.

Melani  juga menyampaikan kepada Kementerian Perindustrian untuk lebih banyak lagi mengadakan Bimtek, karena bimtek ini sungguh sangat membantu masyarakat kita untuk menjadi pengusaha. Apalagi dimasa pandemi ini banyak orang kesulitan mencari pekerjaan dan banyak orang kehilangan pekerjaan karena PHK.(sur)