Gawat! 1 dar i 4 Anak Minum Kental Manis tiap Hari, Ini...

Gawat! 1 dar i 4 Anak Minum Kental Manis tiap Hari, Ini Dampak Negatifnya

SHNet, Jakarta -Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Aisyiyah dan PP Muslimat NU melanjutkan penelitian tentang Persepsi Masyarakat Tentang Kental Manis. Penelitian dilakukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Maluku. Total responden adalah 2.068 ibu yang memiliki anak usia 0 – 59 bulan atau 5 tahun.

Penelitian untuk wilayah DKI Jakarta & Jawa Barat dilakukan oleh PP Aisyiyah, dan wilayah Jawa Timur, NTT dan Maluku dilakukan oleh PP Muslimat NU. Pembagian wilayah penelitian ini dilakukan mengingat pada saat penelitian dilakukan terkendala pandemi Covid 19. Sehingga proses pengisian daftar pertanyaan  oleh responden harus dilakukan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid 19.

Dari penelitian ditemukan 28,96% dari total responden mengatakan kental manis adalah susu pertumbuhan, dan sebanyak 16,97% ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari. Dari hasil penelitian juga ditemukan sumber kesalahan persepsi ibu, dimana sebanyak 48% ibu mengakui mengetahui  kental manis sebagai minuman untuk anak  adalah dari media, baik TV, majalah/ koran dan juga sosial media dan 16,5% mengatakan informasi tersebut didapat dari tenaga kesehatan.

 

Temuan menarik lainnya adalah, kategori usia yang paling banyak mengkonsumsi kental manis adalah usia 3 – 4 tahun sebanyak 26,1%, menyusul anak usia 2 – 3 tahun sebanyak 23,9%. Sementara konsumsi kental manis oleh anak usia 1 – 2 tahun sebanyak 9,5%, usia 4-5 tahun sebanyak 15,8% dan 6,9% anak usia 5 tahun mengkonsumsi kental manis sebagai minuman sehari-hari.  Lantas, apa dampak konsumsi SKM tiap hari? Berikut beberapa dampak dari konsumsi SKM tiap hari:

  1. Berbahaya bagi anak-anak

Kandungan gula yang terlalu tinggi pada SKM sangat tidak            dianjurkan bila dikonsumsi berlebih bagi anak-anak.

2. sebabkan masalah gigi

Kandungan gula yang tinggi pada SKM dapat memicu                  masalah gigi/ kerusakan gigi

3. SKM sebabkan diabetes hingga obesitas

Mengonsumsi SKM sesuai anjuran gizi, yaitu dua gelas sehari   ternyata dapat berisiko terhadap penyakit diabetes dan obesitas karena SKM pada dasarnya hanyalah gula beraroma susu.

4. Kandungan SKM berbeda dengan susu sapi

Kandungan SKM berbeda dengan susu sapi seprti di iklan-iklan. Pasalnya, kadar vitamin, protretin dalam SKM lebih rendah dan kandungan gulanya sangat tinggi, yaikni sekitar 50-55%. (Kurnia Sari)