Belajar dan Praktik Sains yang Menyenangkan via Daring

Belajar dan Praktik Sains yang Menyenangkan via Daring

Anak-anak, usai mengikuti kegiatan pelatihan sains melalui daring di TMB “Bukdur Bercerita” di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta, Selatan, Minggu (15/11). Mereka didampingi pendiri TBM “Bukdur Bercerita” Kak Ning Nong

SHNet, Jakarta– Selama ini sains dianggap sebagai sesuatu yang sulit oleh anak-anak, padahal sains itu sesuatu yang real, yang setiap hari dirasakan dan kerap dikerjakan oleh setiap orang. Karena itu pola dan cara pengajaran serta mempraktikkan sains dengan mudah dan menyenangkan merupakan terobosan agar anak-anak mencintai sains.

Berangkat dari situasi seperti itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta berkolaborasi bersama Komunitas Fun Garden of Literacy (FGL) dalam rangka pemasyarakatan minat baca dan pengembangan ilmu pengetahuan mempersembahkan  acara”Pelatihan Eksperimen Sains secara Online”

Acara pelatihan yang digelar secara daring pada Minggu pagi (15/11) ini ditujukan untuk anak dan juga orangtua/pendamping., menyajikan eksperimen seru yakni sulap sains dengan balon, bermain seru dengan air dan minyak, dan asyiknya eksperimen dengan sabun.

Pelatihan ini akan dipandu oleh Kan Fira dari  FGL,juga menghadirkan Kak Dimas dari  Greenation Indonesia sebagai pembuka untuk mengingatkan anak-anak dan orang tua agar menjaga lingkungan. Kak Dimas yang juga pendiri komunitas yang bergerak memanfaatkan makanan sisa atau tidak membuang makanan  (food waste) untuk kepentingan banyak orang dan lingkungan.

Dari pengamatan SHNet, acara pelatihan sains ini menarik perhatian sejumlah anak-anak usia kelas 2 – 6 SD. Di sebuah Taman Bacaan  (TBM) “Bukdur Bercerita” di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, anak-anak antusias mengikuti pelatihan sains. Semua peralatan dan bahan untuk praktik sains telah disediakan oleh pendiri TBM “Bukdur Bercerita”, Safrudiningsih atau Kak Ning Nong.

Sejak pukul 08.30 WIB, anak-anak sudah berkumpul di TBM “Bukdur Bercerita” dan siap mengikuti acara pelatihan sains yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai siang hari.

Kak Ning Nong mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi  anak-anak. Apalagi anak-anak sudah lama tidak belajar di sekolah secara tatap muka melainkan online. Sehingga kegiatan ini membuat- anak-anak seperti berada di kelas dan bergembira. “Saya lihat anak-anak gembira, surprise sekali di hari Minggu bisa mengikuti kegiatan sains secara menyenangkan,” kata Kak Ning Nong.

Kak Ning Nong menambahkan biasanya kegiatan TBM “Bukdur Bercerita” diikuti hamper 50 orang setiap bulannya, tapi karena pandemi Covid-19 kegiatan sempat dihentikan sementara. Kini, kegiatan sudah dilakukan lagi, tetapi dengan peserta yang terbatas serta mengikuti protokol kesehatan. “Tapi kegiatan saat malah lebih sering, satu pekan bisa 4-5 hari,” tambahnya.

Seorang peserta, Amira yang kini duduk di kelas 5 SD mengaku senang sekali bisa mengikuti pelatihan sains meski secara daring. “Aku ingin ikut lagi kalo ada kegiatan seperti ini lagi,”kata Amira.

Begitu juga kata Wulan Sari yang duduk kelas VI SD mengungkapkan kegembiraannya bisa mengetahui eksperimen sains, walaupun tidak secara langsung. “Aku bisa ikut praktik sains  langsung di TBM ‘Bukdur Bercerita ‘ ini,” kata Wulan. (sur)