Bali Mulai Bidik Kembali Wisatawan Nusantara

Bali Mulai Bidik Kembali Wisatawan Nusantara

SHNet, Bali- Pariwisata Bali yang terpuruk akibat Covid-19, kini berupaya bangkit dengan membidik kembali Wisatawan Nusantara (Wisnus).

“Untuk saat ini, kita sasar wisatawan domestik. Kita ingin membangkitkan kembali pariwisata di Bali,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ir Putu Astawa.

Wisatawan Nusantara sudah mulai memadati kawasan Jimbaran, Sabtu (28/11). (SHNet/Stevani Elisabeth)

Tidak sekedar membidik wisnus saja, industri pariwisata di Bali juga menerapkan.protokol kesehatan atau CHSE.

Hotel, restoran hingga destinasi wisata di Bali sudah menerapkan protokol kesehatan yang ditandai dengan adanya tempat untuk mencuci tangan, pengukuran suhu badan dan penggunaan masker.

” Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke Bali,” ujar Putu Astawa.

Ia menambahkan, sejak Juni 2020, pemerintah provinsi Bali telah memberikan sertifikasi gratis untuk
Hotel dan industri pariwisata di Bali.

“Sejak Juni 2020, di Provinsi Bali ada 200 hotel bintang tiga, empat dan lima yang sudah mendapatkan sertifikasi serta 800 industri pariwisata, ” ujarnya.

Bahkan pemerintah provinsi Bali juga sudah menyiapkan rumah sakit dan para.media untuk melakukan swab bagi wisatawan.

Ubah segmen pasar.

Saat pandemi Covid-19, beberapa pengelola destinasi wisata di Bali mulai mengubah segmen pasar mereka. Salah satunya, Hidden Canyon Beji Guwang, di Gianyar Bali.

Manager Hidden Canyon Beji Guwang, I Ketut Muda menjelaskan, Hidden Canyon semula dibanjiri oleh wisatawan mancanegara (Wisman), namun saat pandemi, pihak pengelola mulai membidik wisatawan nusantara (Wisnus).

“Kami set up ulang termasuk harga. Semula harganya Rp 200.000 per orang, kini kita ubah menjadi Rp 75.000 per orang karena yang kita sasar adalah wisnus,” ujarnya.

Menurutnya, Covid-19 sangat berdampak bagi pariwisata. Sebelum adanya Covid-19, wisatawan yang berkunjung ke Hidden Canyon bisa mencapai 3000 orang per bulan.

Mayoritas dari pengunjung adalah wisman. Bila dilihat dari asal negaranya, Hidden Canyon menjadi destinasi favorit turis dari Rusia, Jerman, Belanda, Australia dan India. Sedangkan wisman dari Malaysia dan Korea lebih senang berkunjung ke destinasi ini untuk melakukan foto prewedding.

Namun sejak pandemi dan belum dibukanya pintu masuk untuk wisman, maka jumlah pengunjung hanya 200 orang per bulan.

Hidden Canyon juga menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung yang datang, harus menggunakan masker, mencuci tangan dan diukur suhu tubuhnya.

Penerapan protokol kesehatan di Hidden Canyon Beji Guwang,Bali. (SHNet/Stevani Elisabeth)

“Kami berharap Covid cepat berlalu. Untuk itu perlu kesadaran dari kita semua termasuk masyarakat. Ketika Covid selesai, pariwisata di Bali bisa maju lagi,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)