Penghasutan Berbau SARA Saat Demo, Polisi Tetapkan 6 Pegiat KAMI Jadi Tersangka

Penghasutan Berbau SARA Saat Demo, Polisi Tetapkan 6 Pegiat KAMI Jadi Tersangka

SHNet, Jakarta – Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, ada sejumlah bukti terkait penangkapan para pegiat KAMI.

Bukti tersebut diketahui dari isi grup Whatsapp dari para pegiat KAMI, yang banyak membeberkan rencana-rencana terkait aksi demo menolak UU Cipta Kerja di berbagai daerah di Indonesia.

“Patut diduga mereka itu (pegiat KAMI) memberikan informasi yang menyesatkan berbau SARA dan penghasutan pada saat demo itu,” ujar Awi Setiono di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Bahkan, Awi memastikan bahwa pegiat KAMI yang ditangkap itu telah merencanakan penghasutan hingga terjadi perusakan dan penyerangan terhadap aparat.

“Mereka memang merencanakan sedemikian rupa untuk membawa ini, membawa itu, melakukan perusakan itu. Ada, jelas semua terpapar jelas (dalam grup WA),” tegas Awi.

Ketika disinggung apakah ada pihak yang membiayai atau dalam grup WA tersebut dibahas soal bayaran aksi demo, Awi menyebut hal tersebut sudah masuk materi penyidikan.

“Sudah mulai masuk ke materi penyidikan, proposalnya ada. Nanti itu barang buktinya (proposal),” tambah Awi.

Menurut Jenderal bintang satu ini, nanti hal tersebut akan diungkap oleh penyidik yang saat ini masih melakukan pemeriksaan.

Untuk diketahui, polisi sebelumnya menangkap delapan pegiat KAMI di Medan dan Jakarta.

Mereka adalah Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Annida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Khairi Amri.

Terbaru, polisi juga sudah menetapkan enam orang di antaranya menjadi tersangka.

Keenamnya dijerat dengan Pasal 45 A ayat 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang ancaman hukumannya mencapai enam tahun penjara. (maya han)