Ketua APLGI Ajak Masyarakat Jaga Imun Tubuh Dengan Olahraga Golf

Ketua APLGI Ajak Masyarakat Jaga Imun Tubuh Dengan Olahraga Golf

GEMBIRA - Ketua Umum Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI), Tachril Sapi’ie merasa gembira karena semakin banyak masyarakat, terutama anak-anak muda yang bermain golf. (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI), Tachril Sapi’ie mengajak masyarakat untuk berolahraga golf.

Tubuh menjadi lebih bugar, paru-paru mendapat udara segar, dan bisa membuat pikiran lebih rileks. Dengan demikian tubuh menjadi sehat dan imunitas terjaga, sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit.

“Olahraga golf bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari anak-anak sampai usia lanjut. Lapangan golf lahannya sangat besar, sehingga tetap bisa dilakukan dengan menerapkan social distancing. Saya mengajak masyarakat untuk bermain golf,” kata Tachril Sapi’ie, Ketua Umum Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) kepada media, Jumat (16/10/2020)

Ia merasa gembira karena semakin banyak masyarakat, terutama kalangan muda yang bermain golf di masa pandemi ini.

Lapangan golf yang luas memungkinkan para pegolf tetap menjaga jarak dalam melakukan kegiatan olahraga ini. Selain itu, di lapangan golf juga dapat menikmati pemandangan cantik, menghirup udara segar, sekaligus menikmati hangatnya sinar matahari.

Menurut ahli anti aging Dr dr Liza Widjaja MBiomed( AAM), MFarm, berjemur dan mendapatkan sinar matahari dapat meningkatkan kadar vitamin D dalam darah, dimana hal itu dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Lakukan olahraga minimal 30 menit sehari atau 150 menit seminggu.

Dengan berolahraga secara tepat dan rutin, mengkonsumsi makanan dengan asupan kalori yang pas, serta menghindari stress, seseorang dapat menjaga kesehatan tubuhnya dan menghindari penuaan organ-organ tubuh.

Selama ini golf dianggap sebagai olahraga yang mahal. Hal itu merupakan persepsi yang salah alamat. Biaya membangun golf itu yang mahal dan memerlukan waktu yang panjang. Lapangan golf pun ada pilihannya.

Feliks Hariyanto selaku Sekjen APLGI menjelaskan bahwa harga bermain golf variatif, ada yang mahal dan ada yang murah.

“Selama ini banyak yang berpikir bahwa main golf pasti mahal biayanya. Padahal lapangan golf itu seperti hotel, ada yang murah dan ada yang mahal. Kalau kita memilih hotel bintang lima pasti jauh lebih mahal dibandingkan dengan hotel bintang satu. Tergantung pilihan masing-masing. Olahraga sepeda juga tidak murah, tergantung sepeda apa yang kita gunakan,” kata Feliks. Saat ini banyak lapangan golf yang memberikan harga khusus untuk menarik minat para pemain.

Dalam rangka menambah banyak jumlah pegolf di Indonesia, salah satu upaya APLGI adalah meluncurkan kartu The Card. Pemegang kartu ini bisa mendapatkan harga khusus untuk bermain di lapangan-lapangan golf. Hasil penjuatan dari kartu ini akan digunakan untuk mendukung upaya regenerasi pegolf melalui APLGI.

Jumlah pegolf di Indonesia masih sedikit dan jika tidak ada regenerasi maka golf sebagai industri tidak akan berkembang dan terancam tutup. Padahal keberadaan lapangan-lapangan golf di Indonesia banyak manfaatnya.

Selain sebagai fasilitas olahraga, lapangan golf bermanfaat sebagai ruang terbuka hijau, pelopor pembangunan di daerah yang belum berkembang, daya tarik pariwisata, dan mendukung prestasi olahraga di Indonesia. Lapangan golf juga menampung banyak tenaga kerja, yaitu sekitar 500 orang dalam satu lapangan golf. APLGI saat ini memiliki anggota 60 lapangan golf yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. (Nonnie Rering)