Hari Santri, Saatnya Berjihad Membela Petani

Hari Santri, Saatnya Berjihad Membela Petani

Fuad Affandi

SHNet – Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober identik dengan sejarah perjuangan para ulama mengusir penjajah. Kata Jihad menjadi kunci penting dalam usaha kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut KH. Fuad Affandi, Pengasuh Pesantren Al-Ittifaq Rancabali Kabupaten Bandung, makna jihad untuk kaum santri saat ini mesti diarahkan untuk menjawab problem masa kini.

“Dulu Ulama bicara jihad, artinya kesungguhan mengusir penjajah dalam urusan politik. Sekarang politik kita juga harus serius mengusir penjajah yang merugikan bangsanya sendiri, kata Ulama ahli pertanian yang akrab di panggil Mang Haji melalui siaran persnya, Rabu 21 Oktober 2020.

Menurut K.H Fuad Affandi, berjihad mengekang hawa nafsu untuk bermewah-mewah dan mengganti tindakan dengan memberi perhatian pada rakyat kecil merupakan tindakan mulia karena bisa mengubah keterpurukan bangsa Indonesia yang rakyatnya masih banyak dalam garis kemiskinan.

“Kemiskinan dan kebodohan adalah musuh bersama. Harus dijawab dengan solidaritas, alias berjamaah. Jangan berjamaah hanya saat sholat dan pengajian. Orang berpendikan mesti ke desa-desa mengambil peran pendidikan. Banyak anak-anak petani di desa yang butuh perhatian, dan itu strategis jika diperjuangkan dengan wirausaha pertanian. Saatnya kaum santri berjihad membela petani,” tuturnya.

Sebagai ahli pertanian, KH.Fuad Affandi juga berpesan kepada masyarakat, terutama kaum santri baik dari golongan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam atau kelompok lain agar menaruh perhatian pada dunia pertanian. Apa sebabnya?

“Banyak orang miskin di desa dengan matapencaharian petani. Banyak peluang pekerjaan yang bisa diciptakan dan cocok untuk masyarakat desa dengan pertanian. Lagi pula semua orang butuh makan, dan itu pertanian yang bisa menjawab,” jelasnya.

Dalam rangka memajukan pertanian, KH. Fuad Affandi menekankan agar setiap orang bergerak mengurus lahan kecil sekalipun. Sebab menurutnya, setiap jengkal tanah akan membawa keberkahan. Selain itu KH.Fuad Affandi juga mendorong orang untuk menanam kelor karena sayuran kelor merupakan salahsatu jenis sayuran yang gizinya baik.

“Kelor itu bisa disayur, pohonnya berupa batang sehingga kokoh untuk mengatasi erosi sangat baik. Ditanam sekali bisa panen berulang-ulang, dan yang penting gizinya sehat baik untuk manusia maupun untuk hewan ternak,” jelasnya. (cj)