Beragam Destinasi Ini Wajib Dikunjungi Saat Berlibur di Garut

Beragam Destinasi Ini Wajib Dikunjungi Saat Berlibur di Garut

SHNet, Garut- Kabupaten Garut yang dijuluki “Swiss Van Garut” memiliki tempat-tempat wisata yang sayang kalau tidak dikunjungi.

Berikut ini beberapa destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi saat berlibur di Garut:

1. Candi Cakuang dan Kampung Pulo

Candi Hindu ini merupakan satu-satunya yang ada di Jawa Barat.

 

Salah satu rumah yang ada di Kampung Adat Pulo. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Berada di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles. Nama Cakuang sendiri merupakan nama tanaman.

Untuk ke candi tersebut, pengunjung harus menaiki getek (perahu dari bambu) menyeberangi Situ (danau) Cangkuang.

Sebelum memasuki pelataran candi, pengunjung akan melewati kampung adat Pulo. Di Kampung Pulo ini hanya ada 6 rumah dan 1 mushola. Sampai sekarang, bangunan di Kampung Pulo hanya 7 bangunan dan tidak boleh bertambah.

Tiket masuk ke Candi Cangkuang Rp 5000 (dewasa) dan Rp 3000 (anak-anak). Sedangkan tarif untuk getek sebesar Rp 5000.

2. Kamojang Ecopark

Anda yang gemar foto-foto dengan spot-spot yang instagramable atau cari ketenangan di hutan pinus, Kamojang Ecopark patut dikunjungi.

Letaknya di daerah Samarang, perbatasan Garut dengan Bandung. Tak jauh dari Kamojang Ecopark ada daerah konservasi elang.

Di destinasi ini, kita juga dapat menyaksikan pertunjukan kesenian Rajadogar. Kesenian Rajadogar ini didirikan oleh Entis pada 18 Desember 2005. Rombongan kesenian ini sudah pentas di Singapura, Bali bahkan di Istana Negara dalam acara Kemilau Nusantara.

Biaya masuk ke Kamojang Ecopark sebesar Rp 15.000 per orang.

3.Desa wisata Ciburial

Ingin bernostalgia ke masa kecil dulu, Desa Wisata Ciburial tempatnya. Dinamakan Ciburial karena di tempat ini ada mata air Ciburial.

Di sini, pengunjung akan disambut oleh anak-anak dengan atraksi kaulinan barudak atau permainan anak-anak. Bahkan kita pun dapat ikut dalam atraksi tersebut.

Selain itu, kita juga dapat menyaksikan ketangkasan domba Garut, papalidan atau river tubing, mengambil ikan di kolam dan ikut berkebun dengan masyarakat desa.

Selain itu, pengunjung juga dapat belajar batik garutan dan menikmati teh kewer. Ingin bermalam di Desa Wisata Ciburial juga bisa.

Ada 70 rumah penduduk yang dijadikan home stay.

4. Ngompreng

Ingin keliling Kota Garut di malam hari, wisatawan bisa menggunakan “Ngompreng” atau ngopi makan bareng yang merupakan city tour bus.

Bis disulap ala cafe berjalan. Di dalam bis juga ada live music. Harganya Rp 65.000 dan Rp 75.000 per orang sudah termasuk makan. Ngompreng mulai bergerak dari Hotel Suminar. Tetapi kita juga bisa pesan ingin dijemput di hotel tempat kita menginap. Wisatawan wajib memesan Ngompreng sehari sebelumnya.

5. Soto H Achri

Ke Garut belum lengkap kalau belum menikmati kulinernya. Salah satu kuliner yang legendaris adalah Soto H Achri di pasar Mandala Giri.

H. Endang, generasi kedua yang meneruskan usaha Soto H Achri. (SHNet/Stevani Elisabeth)

Soto H Achri sudah ada sejak tahun 1943 . Daging sapinya super lembut dan kuah santan kuningnya yang mantap. Mayoritas daging sapi yang digunakan kepala sapi. Selain daging sapi juga ada daging ayam. Uniknya, soto ini dimasak di atas kayu bakar.

Selain di pasar Mandala Giri, Soto H Achri juga ada di Jalan Cimanuk. Ada 3 cabangnya di Bandung, salah satunya di daerah Buah Batu. Buka pukul 07.00-12.00 WIB. Harganya Rp 28.000 per porsi plus nasi untuk soto daging sapi dan Rp 22.000 per porsi plus nasi untuk soto ayam.

6. Off-road di kaki Gunung Guntur.

Gunung Guntur merupakan salah satu gunung favorit para pendaki. Dari ketinggian, kita bisa melihat kota Garut, terutama di malam hari. Kita pun dapat merasakan sensasi berpetualang di kaki Gunung Guntur dengan menggunakan Jeep.

Ada beberapa rute untuk off-road di sini. Rute terdekat menghabiskan waktu kira-kira 2 jam dan rute terjauh 6 jam. Tarif sewa Jeep untuk off-road sebesar Rp 350.000.

Masih banyak destinasi wisata yang ada di Garut dan siap menyambut kedatangan wisatawan. (Stevani Elisabeth)