Wakil Ketua I DPRD Telbin Diduga Mendukung Pasangan AYO

Wakil Ketua I DPRD Telbin Diduga Mendukung Pasangan AYO

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (Ist)

SHNet, Teluk Bintuni– Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Teluk Bintuni (Telbin), Herlina Husein dari partai Golkar diduga memberikan dukungan kepada pasangan calon Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, Ali Ibrahim Bauw dan Yohanes Manibuy (AYO) . Paslon AYO ini tidak diusung oleh partai Golkar.

Dugaan tersebut disampaikan oleh Tokoh Pemuda Teluk Bintuni Yohanes Akwan kepada awak media, kemarin. Herlina Husein dikabarkan absen dalam sidang Paripurna Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Teluk Bintuni tentang pembahasan APBD tahun anggaran 2019 sejak tanggal 7 hingga 15 September 2020.

Ketidakhadiran istri mantan Bupati Teluk Bintuni dua periode tersebut dikarenakan sakit, tetapi menurut Yohanes Akwan, ketidakhadirannya justru melakukan pertemuan dengan pasangan Ali Ibrahim Bauw dan Yohanes Manibuy (AYO) yang justru tidak mendapat dukungan oleh partainya yaitu Golkar.

“Faktanya beliau lebih memilih untuk melakukan pertemuan intens bersama pasangan AYO daripada harus menghadiri rapat paripurna yang membahas pertanggung jawaban badan eksekutif di Teluk Bintuni.

Jikakalau faktanya demikian tindakan tersebut sudah melanggara aturan partai Golkar yaitu Pasal 98 Ayat ( 2) menegaskan : setiap Anggota dan Pengurus Partai Golkar di semua tingkatan organisasi partai dilarang Mencalonkan Diri dari Partai Politik Lain, Menjadi Tim Sukses Pasangan Calon Lain selain yang ditetapkan Partai Golkar, Terlibat secara lansung atau tidak langsung dalam proses pemenangan pasangan calon lain selain yang diusulkan Partai Golkar.

Wakil Ketua I DPRD Teluk Bintuni Herlina Husein. (Ist)

Sanksi dari pelanggaran ini diatur dalam Pasal 98 Ayat (3) yang menyatakan; pelanggaran terhadap Pasal 98 Ayat (2) akan dikenakan sanksi sesuai AD/ART, Peraturan Organisasi dan /atau Proses Hukum.

Salah satu alasan anggota atau kader diberhentikan adalah melakukan tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan keputusan dan kebijakan partai.

Pada Peraturan Organisasi (PO) yaitu PO 15 Tentang Penegakan Disiplin Partai Golkar tahun 2016, Pasal 2 Pelanggaran Disiplin Organisasi, pada Ayat 3 menyebutkan dengan itikat tidak baik dan terbukti telah melanggar keputusan atau kebijakan yang telah diputuskan oleh Pimpinan Partai diatasnya.

Kemudian pada Ayat (4), dengan sengaja tidak melaksanakan kebijakan yang telah diputuskan dan/atau ditetapkan Dewan Pimpinan Partai diatasnya; Ayat (5) mencalonkan diri dan /atau dicalonkan dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah melalui Partai Lain, Ayat ( 6) terlibat secara lansung atau tidak langsung dalam kampanye Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dari Partai lain.

Apa bentuk sanksi bagi yang Anggota dan Kader yang melanggar Disiplin Organisasi (PO 15)? Pada Pasal 11 Ayat (1) yaitu : Diberhentikan Sebagai Pengurus, Dipecat Sebagai Anggota, Diberhentikan dari Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Pembekuan sementara Kepengurusan Dewan Pimpinan/Pimpinan Partai; dan Pembekuan Kepengurusan Dewan Pimpinan Dewan Pimpinan/Pimpinan Partai.

“Pasangan AYO ini kan tidak mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar, sedangkan perintah dari Wasekjen yang mengambil alih kewenangan pada waktu itu, langsung mengamanatkan kepada seluruh kader Partai Golkar untuk memenangkan pasangan Piet-Matret, ini pembangkangan namanya,” tutur Yohanes.

Yohanes mengungkapkan, hal tersebut merupakan bentuk pembangkangan terhadap keputusan DPP Golkar, apalagi pada rapat paripurna yang membahas tentang kepentingan rakyat, dan sekaligus mengindahkan amanat, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang sudah jelas mendukung Bupati petahanan yaitu Petrus Kasihiw dan Matret Kokop (PMK2). “Ini jelas sangat mencoreng nama Golkar,” lanjutnya.

Sementara itu Erwin Beddu Nawawi, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Teluk Bituni saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, mengatakan berita yang beredar adalah bohong.

“Ibu tidak pegang HP sudah hampir satu minggu ini, sakit THT di bagian telinga hingga beliau harus mendapatkan perawatan yang intensif dan tidak boleh melakukan aktivitas apa-apa. Jadi kalau ada yang bilang kalau ibu pergi-pergi apalagi kalau harus sampai urus salah satu Paslon, itu bisa dipastikan bohong,” pungkas Erwin.

Erwin menutup Harlina Husain sudah seminggu ini mengalami sakit di bagian telinga hingga harus mendapatkan perawatan intensif dari dokter yang merekomendasikan rehatnya Harlina selama kurang lebih satu minggu ini. (Stevani Elisabeth)