UAI Gelar “Sharing” Ilmu Keamanan Pangan di RumahTangga

UAI Gelar “Sharing” Ilmu Keamanan Pangan di RumahTangga

Suasana webinar mengenai keamanan pangan di rumah tangga yang digelar Program studi Teknologi Pangan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Sabtu (26/9)

SHNet, Jakarta-Program studi Teknologi Pangan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menggelar kegiatan sharing ilmu bertemakan “Keamanan Pangan Rumahan: Mari Mengenal dan Mewaspadai Bakteri Berbahaya dalam Makanan Kita” secara daring di Jakarta, Sabtu (26/9).

Kegiatan diprakarsai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAI bekerjasama dengan Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, dan dihadiri oleh guru serta siswa/i SMA dan SMK di bawah Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan implementasi keilmuan para Dosen UAI, serta sebagai wujud tanggungjawab untuk berbagi informasi, pengalaman dan pengetahuan bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dosen Prodi Teknologi Pangan, Nafisah Eka Puteri, mengatakan kasus keracunan makanan akibat food handling yang tidak tepat sebenarnya marak terjadi, namun sayangnya kurang mendapat perhatian di Indonesia. Padahal, kontaminasi oleh bakteri patogen sebagai penyebab keracunan makanan sangat sulit dideteksi secara kasat mata. Bakteri patogen dapat tumbuh dan berkembangbiak dalam makanan tanpa menimbulkan tanda-tanda pembusukan.

Berdasarkan data CDC (Centre for Disease Control), kasus keracunan makanan tidak hanya menimbulkan gejala ringan seperti diare, mutah dan sakit perut, tetapi juga dapat menimbulkan gejala serius, bahkan kematian. Melalui tema yang diangkat, Program Studi Teknologi Pangan UAI berharap agar para peserta lebih memperhatikan masalah keamanan pangan di tingkat rumah tangga, terutama di era pandemi saat ini. Keamanan pangan di tingkat rumah tangga menjadi penting karena berhubungan langsung dengan kesehatan seluruh anggota keluarga.

kegiatan dibuka dengan sambutan Rektor UAI, Prof. Dr. Ir Asep Saefudin, dan perwakilan dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi serta diskusi dengan peserta. Ulasan terkait keamanan pangan, bentuk bahaya yang mungkin berasal dari pangan, serta kasus keracunan makanan menjadi pembuka dalam sesi penyampaian materi.

Masing-masing pemateri kemudian membahas tema dari sisi produk pangan yang berbeda. Pemateri pertama, Ibu Nafisah Eka Puteri, membawakan ulasan terkait bahaya kontaminasi bakteri patogen dari produk daging dan unggas, beserta hal-hal yang patut diperhatikan saat menangani produk daging dan unggas di rumah.

Sementara itu, penanganan yang tepat terhadap produk sayuran dan buah-buahan dibahas secara mendalam oleh Ibu Maryam Jameelah, Dibahas pula bakteri patogen yang sering ditemukan pada sayuran dan buah-buahan, serta tingkat bahaya yang ditimbulkan. Sesi penyampaian materi kemudian ditutup oleh Ibu Ema Komalasari,  yang membahas bahaya kapang dan racun aflatoksin pada produk biji-bijian dan kacang-kacangan. Pemahaman terkait “Clean,Separate Cook, Chill” juga tidak lupa disampaikan kepada para peserta agar dapat melakukan food handling yang tepat.  (sur)