Satupena dan Kemenparekraf RI Gelar Pelatihan Menulis Resensi dan Resensi Film...

Satupena dan Kemenparekraf RI Gelar Pelatihan Menulis Resensi dan Resensi Film di Yogya

Sutradara dan penulis, Garin Nugroho berkisah tentang proposal pembuatan sinopsis, sambil cerita tentang asal usul opera sabun di Amerika dibandingkan dengan K-Pop dalam pelatihan penulis di Natan Yogyakarta, Minggu (27/9)

SHNet,Yogyakarta -Sejumlah 100 penulis muda berkumpul. Mereka mengikuti pelatihan bersama sejumlah penulis pakar di bidang budaya seni dan ekonomi kreatif. Ke  seratus penulis tersebut merupakan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan penulis dari Yogyakarta. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu (26-27/9) di nDalem Natan Kotagede, Yogyakarta.

Nama besar  yang memberikan pelatihan ini yakni penulis seperti Ricky Pesik (periklanan), Garin Nugroho (film), Bens Leo (musik), Hanung Bramantyo (film), Nasir Tamara (budaya), Mikke Susanto (seni), Idrus F. Shahab (musik), Asmudjo J. Irianto (seni rupa), dan Amin Abdullah (musik). Masing-masing penulis pemateri memberikan sajian perpaduan antara seni, industri kreatif, dan penulisan.

Acara ini terselenggara berkat kerja sama Perhimpunan Penulis Indonesia (Satupena) dan Kemenparekraf RI  . Sejumlah materi tentang konten budaya seni menjadi fokus untuk menggulirkan jejak baru dalam dunia kepenulisan Indonesia. Tujuannya untuk memberi energi dan keterampilan bagi para penulis muda.

Kesempatan ini juga dipakai untuk melakukan peluncuran buku Satupena berjudul “Kemanusiaan pada Era Wabah Corona” yang ditulis oleh 110 penulis ternama Indonesia dari segala bidang. Buku  yangditerbitkan beram PT Balai Pustaka dan Satupena  ini cukup tebal,  900 halaman lebih.

Melalui agenda ini diharapkan tumbuhnya penulis di masa depan makin kuat. Banyaknya buku serta variasi febomena budaya sangat membutuhkan pencatat. Media massa dan media sosial makin membuka kompetisi bagi para penulis muda. (sur)