Protes Lelang Jabatan Sekjen DPD RI, Sejumlah Senator Kirim Surat ke Komisi...

Protes Lelang Jabatan Sekjen DPD RI, Sejumlah Senator Kirim Surat ke Komisi ASN

Anggota DPD RI, Angelius (Angelo) Wake Kako

SHNet, Jakarta-Proses dan mekanisme lelang jabatan Sekjen yang sedang berlangsung, dinilai  bermasalah , sejumlah anggta DPD hari Selasa ini (22/9) berencana untuk mengirim surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara ( Komisi ASN) untuk  melaporan  mekanisme lelang  jabatan yang tidak berdasarkan UU dan Tatib DPD itu.

“Surat sudah siap, kemungkinan hari Selasa ini akan kita kirim. Tembusan antara lain akan disampaiken ke Presiden RI , Sekretaris Kabinet, dan Sekretariat Negara,” ujar anggota DPD RI, Angelo   Wake Kako ketika dimintai tanggapannya, Selasa (22/9).

Angelo mengtakan ,  proses lelang jabatan Sekjen Dewan Perwailan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang tengahberlangsung diminta dihentikan, karena tidak sesuai dengan mekanisme Undang-Undang  tentang DPR, MPR, DPD (UU-MD3) dan Tata Tertib (Tatib DPD).

“Lebih baik dihentikan proses lelenag jabatan Sekjen DPD itu, sebab cacat hukum dan akibatnya bagi kelembagaan DPD ke depan tidak baik,” ujarnya

Melihat perkembangan beberapa hari ini,  Angelo  optimistis, proses lelang jabatan Sekjen DPD akan dihentikan, mengapa? Sudah sangat terbuka sekali kelemahan dan kesalahan proses dan mekanismenya. Karena itu dirinya mengungkapkan sejumlah anggota aken mengirim surat ke Komisi ASN, melaporkan proses yang salah ini.

Senator dari daerah pemilihan NTT ini menguraikan bahwa  aturan dan mekanisme pemilihan Sekjen DPD itu sudah sangat jelas diatur dalam UU MD 3 dan Tatib DPD. “Nah, dua dasar hukum itu dilewati yang kemudian menimbulkan kagaduhan dan protes sejumlah anggota DPD.” katanya.

Angelo Wake kako sendiriadalah salah satu Pimpinan Panitia Perancang UU (PPUU) DPD RI dan diamanatkan oleh Tatib DPD untuk ambil bagian dalam Panitia Seleksi, tapi buktinya tidak dilibatkan dalam proses lelang jabatan Sekjen ini. “Jadi, ya hentikan aja proses yang cacat hukum itu,” tegasnya.

Sebelumnya anggota DPD RI Intsiawati Ayus juga memaparkan ke media bahwa proses lelang jabatan Sekretaris Jenderal DPD RI bermasalah karena tidak sesuai UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD sebagaimana diubah terakhir melalui UU Nomor 13 Tahun 2019 (UU MD3) dan Peraturan DPD RI Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Tata Tertib (Tatib DPD RI).**