Operasi Yustisi, Kombes Sambodo: Pengusaha Angkutan Umum Ikuti Protokol Kesehatan

Operasi Yustisi, Kombes Sambodo: Pengusaha Angkutan Umum Ikuti Protokol Kesehatan

SHNet, Jakarta – Untuk menghindari penyebaran virus Corona di angkutan umum, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakuka operasi Yustisi. Para pengusaha angkutan umum diharapkan mematuhi protokol kesehatan terkait pembatasan 50 persen kapasitas kendaraan.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan selama dua hari terakhir pemeriksaan terhadap angkutan umum telah dilakukan. Seperti pada saat Operasi Yustisi di Tanah Abang, Jakarta Pusat ada 30 kendaraan angkutan umum yang ditindak.

“Artinya kita lakukan operasi ini di Tanah Abang, ada sebanyak 30 angkutan umum. Kemudian untuk pelaku usaha kita berikan teguran,” kata Sambodo di Jakarta, Rabu.

Sambodo mengingatkan, para pelanggar yang pernah ditindak akan dikenakan sanksi berlipat jika kembali terjaring operasi yustisi. Selain denda, operator angkutan umum bisa dicabut izinnya jika kedapatan melanggar kembali.

“Kalau kemudian mereka melakukan pelanggaran kedua, maka mereka akan diberikan denda Rp 50 juta, melanggar lagi Rp 150 juta, melanggar lagi sampai dengan Rp 200 juta,” katanya.

Denda tersebut harus dibayarkan tak lebih dalam 7 hari semenjak ditindak. Jika tidak, kata Sambodo, izin usaha angkutan umum tersebut akan dicabut.

“Apabila denda tersebut tidak dibayar selama 7 hari, maka akan dicabut izin usaha ini sebagai mana yang dimaksud Pergub 79, Pergub 88, dan SK Kadishub Nomor 156,” pungkasnya. (maya han)