Marcella Zalianty: Televisi Tak Pernah Mati dan Tetap Berproduksi

Marcella Zalianty: Televisi Tak Pernah Mati dan Tetap Berproduksi

Artis peran MarselaZalinaty ketiak membrikan pandangan dan sharingnya tentang dunia brodcast dan televisi pada acara penyambutan mahasiswa ATVI Tahun Akademik 2020-2021 melalui daring, Sabtu (12/9). Avara sendiri berlangsung di Studio 2 ATVI, Jakarta

SHNet,Jakarta- Salah satu lembaga penyiaran yang tetap eksis dan berproduksi untuk menyampaikan informasi, hiburan, dan berita terupdate lainnya adalah televisi. Karena itu, dalam masa pandemi Covid 19 ini, siaran televisi terus berlangsung.

Hal itu dikatakan artis film dan Ketua Umum Parfi 56, Marsela Zalianty saat  membagi pengalaman dan memberikan semangat belajar dan  berkreativitas di masa pandemi kepada mahasiswa baru  Akademi Televisi  Indonesia ( ATVI), dalam acara Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021” bertema ‘Tetap Belajar dan Berkarya di Masa Pandemi’ di Studio 2 ATVI, Jakarta, Sabtu (12/9). Sejumlah dosen hadir di Studio 2 ATVI  dan para mahasiswa serta orang tua mengikuti secara daring dari rumah.

Marsela  juga menilai, televisi dan siaran audio visual lainnya berperan membentuk karakter bangsa. Mengapa? Usai menyaiksikan siaran atau film,masyarakat kemudian berpikir dan kadang melakukan perubahan sikap sesuai dengan konten siaran televise atau film. Karena itu peran televise dan siaran audio visual lainnya amat berparan dalam kehidupan masyarakat luas.

Marcella Zalianty,  yang pernah  meraih  piala citra ini, telah mewujudkan gagasannya membentuk Indiskop, bioskop independen Indonesia – yang berkonsep “Beyond Cinema for Everyone”. Ini juga merupakan  jaringan bioskop pertama yang menyasar segmen ekonomi menengah (middle low).

Menurut Marsela, dunia penyiaran merupakan wahana bagi kreativitas banyak orang dengan beragam talenta untuk menghasilkan segudang karya kreatif bidang film, penyiaran, dan konten lainnya.

“Dunia penyiaran atau broadcast akan terus berkembang dan tak akan mati. Masa pandemi hanya jeda sejenak saja. Jadi manfaatkan jeda ini untuk lebih meningkatkan kemampuan dan pada saat pandemi sirna, kita makin berkembang.

Keberadan ATVI, kata artis yang juga Direktur Utama Keana Films ini, sangat membantu perkembangan dunia broadcast di Tanah Air, sebab dari ATVI lahir tenaga terampil bidang penyiaran yang diperlukan banyak stasiun TV dan juga bidang penyiaran lainnya.

Tangung Jawab Profesional

Direktur Akademi Televisi  Indonesia ( ATVI), Drs.Eduard Depari,MA, M.Sc  menyatakan, ATVI merupakan perwujudan tanggung jawab untuk menghadirkan profesional penyiaran melalui program pendidikan vokasi yang memadukan keterampilan tehnis dengan pembentukan karakter peserta didik.

“Tantangan  terbesar yang diraskan saat ini adalah bagaimana menyiasati agar ciri dan karakter pendidikan vokasi  tidak dikorbankan , apalagi dikesampingkan karena berubahnya model pembelajaran, dari metode tatap muka menjadi metode daring atau online,”    ujar Eduard Depari ketika memberikan sambutan dalam acara. “Penyambutan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020/2021” bertema ‘Tetap Belajar dan Berkarya di Masa Pandemi’ di Studio 2 ATVI, Jakarta, Sabtu (12/9). Sejumlah dosen hadir di Studi 2 ATVI  dan para mahasiswa serta orang tua mengikuti secara daring dari rumah.

Eduard Depari yang dikenal sebagai pakar komunikasi ini menegaskan, satu hal yang pasti, pengurus ATVI tidak akan pernah mengambil risiko  mengorbankan kesehatan demi terselenggaranya praktikum tatap muka . Kebijakan sementara  yang kami tempuh adalah memberi prioritas  utama pada penyelenggaran praktikum, saat kondisi krisis pandemi telah memungkinkan dijalankannya pembelajaran tatap muka.

Lebih jauh mengenai ATVI, Eduar Depari menjelaskan, sebagai akademi vokasi, ATVI akan berusaha  agar nilai tambah yang dimilinya, dapat dinikmati seluruh peserta didik. Nilai tambah yang dimaksud, antara lain, staf pengajar yang berlatar belakang akademis sekaligus praktisi dunia penyiaran, kesempatan praktikum bersama pelaku penyiaran, baik proses produksi maupun kegiatan siaran atau  proses learning by doing.

“Selain itu, yang cukup penting penggunaan fasilitas studio yang dimiliki oleh stasiun TV komersial baik Indosiar maupun SCTV memungkinkan mahasiswa berkenalan dengan state of art of technology. Di samping itu, praktek kerja lapangan di berbagai industri penyiaran , rumah produksi, maupun bisnis digital  yang bernaung di bawah perusahaan induk, Elang Mahkota Teknologi (Emtek),” papar Eduard Depari.

Dalam acara penyambutan mahasiswa baru ini, Ketua Yayasan Indosiar, Irma Suryani ikut memberikan sambutannya dan menyatakan rasa bangganya karena alumni ATVI telah berkiprah di sejumlah stasiun televisi nasional, televisi daerah, lembaga penyiaran lain, dan industri digital yang sangat berkembang saat ini.

“Rasa memiliki terhadap kampus ini harus ditumbuhkan, demi kemajuan bersama. Saya berpesan agar para mahasiswa baru lebih rajin belajar, ulet, dan kreatif, untuk  masa depan yang kalian idamkan,” kata Irma Suryani.

Semangat Belajar

Ikut memberiksan sambutan dan pembekalan,  Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III (LLDIKTI III), Prof Agus Setyo Budi . Dia menyarankan  para mahasiswa baru ini untuk membuat agenda, apakah secara mingguan maupun bulanan. Dalam agenda itu dicantumkan sejumlah capaian yang akan diraih. “Agenda ini jadi acuan kalian dalam melangkah menuju keberhasilan,” katanya.

Lebih jauh dikemukakan Agus Setyo Budi , di masa pandemi Covid-19 ini seluruh jajaran ATVI  harus memiliki jiwa dan semangat militant dalam kontek menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan mendasar yakni rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menggunakan masker, dan menjaga jarak. “Corona belum sirna, kita harus menjadi contoh penerapan protokol kesehatan,” tambahnya.