Kenangan Terakhir Roy, Yopie Latul Menangis Keluhkan Sakitnya

Kenangan Terakhir Roy, Yopie Latul Menangis Keluhkan Sakitnya

PERISTIRAHATAN - Anak-anak Yopie Latul - Roy, Yola, Tiara dan Rio- bersama kedua cucu si kembar anaknya Yola di depan jenasah almarhum sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhir, Kamis (10/9/2020). (Dok/SHNet)

SHNet, JAKARTA – Penyanyi legendaris Maluku, Yopie Latul tutup usia pada Rabu (9/9/2020) pukul 16.05 WIB di Rumah Sakit Sentra Medika, Cibinong, Kabupaten Bogor. Yopie pergi dalam usia 68. Ia baru merayakan hari jadi ke-68 pada 7 September lalu.

Yopie pun sudah dimakamkan berdekatan dengan makam Glenn Fredly pada Kamis (10/9/2020) sekitar pukul 13.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan setelah jenazahnya dikremasi dikrematorium rumah sakit yang sama.

Kesedihan luar biasa membekas di hati keluarga, sahabat, rekan-rekan artis dan bahkan fans-nya. Apalagi ia pergi dalam suasana pandemi covid-19 melanda dunia.

Pria kelahiran Ambon, Maluku, sulung dari dua bersaudara pasangan Nick Latul (94) dan mendiang Elizabeth Souisa ini meninggalkan istri dan enam orang anak –Yola, Roy, Yohana, Dwi, Rio dan Tiara– dengan 10 orang cucu.

Yola sebagai anaknya yang paling besar, kelahiran Ambon, 31 Agustus 1972 mengaku sangat kehilangan mendalam dengan kepergian ayahnya yang begitu mendadak. Menurut Yola, ia sudah lama tak bersua ayahnya karena kondisi pandemi ini. Mereka hanya berhubungan lewat telpon.

“Tapi, saya tak akan lupa, terakhir telpon dengan Papa sekitar dua pekan lalu, kondisinya pun masih sehat-sehat, ia pesan agar saya benar-benar memperhatikan anak-anak. Kemudian setelah mendengar kabar ia sakit dan dirawat di rumah sakit, saya berusaha menghubunginya tapi ponselnya off,” jelas Yola yang sampai sang ayah meninggal pun tak sempat ia lihat.

Kenangan Yola dengan sang Ayah tak terhitung. “Papa itu orang paling baik. Meski saya sudah berkeluarga, saya minta apa saja pasti ia kasih. Padahal ia pun tahu kadang saya minta sesuatu dengan cara berbohong. Sampai-sampai kalau memberi kepada saya di depan teman-temannya, ia selalu bilang, ini anak lagi bohongin gua nih, tapi sudahlah gua rela,” cerita Yola mengenang kisah kebaikan sang ayah kepada SHNet, Jumat (11/9/2020) pagi.

Lain cerita Yola, lain pula kisah kenangan Roy, anak kedua almarhum. Roy terakhir bertemu dengan papanya Februari 2020 lalu, sebelum pandemi melanda negeri ini. Setelah itu Yopie memang tak pernah keluar rumah karena ia menghindari bertemu banyak orang. Tapi hubungan via telp tétap berjalan baik.

“Terakhir saya telpon Pa Yoop -begitu Roy memanggil sang ayah- pada 3 September 2020. Ia memberitahukan kepada saya kalau ia sakit. Roy, beta (saya) sakit. Beta setengah mati, sakit liver Roy. Ia berbicara dengan saya sambil menangis. Saya hanya bilang, ya sudah periksa ke dokter dan jangan panik. Jangan lupa berkabar juga,” cerita Roy mengenang pembicaraan terakhirnya dengan sang ayah.

Padahal Yopie Latul sesungguhnya akan mengisi acara di ‘Malam Badonci Maluku’ di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur pada Minggu (13/9/2020) dan acara salah satu partai di Tangerang Selatan pada Sabtu (19/9/2020). Tapi, semua hanya tinggal catatan schedule karena Sang Empunya Hidup telah memanggil Yopie pulang ke rumahnya.

“Kami minta maaf atas segala kurang-kurang dan salah yang pernah dilakukan Papa selama ini. Dan terima kasih untuk semua kebaikan yang pernah dilakukan kepada papa semasa hidupnya,” ujar Roy menutup pembicaraan. Selamat jalan legenda Maluku. Tenanglah di rumah Bapa. (Nonnie Rering)