40 Tahun Jalin Hubungan, Indonesia dan Kolombia  Sepakat Pererat Kerja Sama

40 Tahun Jalin Hubungan, Indonesia dan Kolombia  Sepakat Pererat Kerja Sama

Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dubes Mahendra Siregar pada Webinar Internasional Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri dengan tema "Taking Indonesia and Colombia Relations to the Next Level: Striving for Economic Potentials and Dynamic Relationship”, Selasa (15 /9)

SHNet,Jakarta- Peringatan  40 tahun hubungan diplomatik RI-Kolombia menjadi momentum bagi kedua negara untuk memajukan hubungan bilateral, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, dengan proyeksi kedua negara akan menjadi kekuatan ekonomi tidak hanya di kawasan, namun juga di dunia pada tahun 2030.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dubes Mahendra Siregar pada Webinar Internasional Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri dengan tema “Taking Indonesia and Colombia Relations to the Next Level: Striving for Economic Potentials and Dynamic Relationship”, 15 September 2020. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka  memperingati 40 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Kolombia,

Wamenlu RI  juga  menyambut baik komitmen penguatan kerja sama di tengah pandemi Covid-19. “Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan dua perjanjian antara Menlu RI dan Menlu Kolombia yaitu Persetujuan Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Biasa dan Memorandum Saling Pengertian tentang Konsultasi Politik (tanggal 5 Agustus 2020). Disamping itu disepakati pula peningkatan kerja sama lainnya di bidang kesehatan, perdagangan dan investasi”, ungkap Wamenlu RI.

Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, Kemenlu RI, Dr. Siswo Pramono dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Dubes Ngurah Swajaya dalam sambutan kuncinya mengungkapkan pentingnya strategi yang inovatif dan kreatif dalam peningkatan hubungan perdagangan kedua negara ke depan.

“Salah satu strategi peningkatan hubungan perdagangan kedua negara yaitu melalui bilateral preferential trade agreement. Saat ini kedua negara tengah melakukan joint feasibility study mengenai preferential trade agreement di masa mendatang”, jelas Dubes Ngurah.

“Produk Indonesia yang sudah masuk Kolombia memiliki daya kompetitif yang tinggi, antara lain pneumatic tyres, refrigerator freezer, soap, motor cars, jerseys, pullovers, cardigans, yarn dan motorcycles. Produk-produk ini sangat berpeluang ditingkatkan lagi ke depannya”, ungkap Dr. Siswo.

Sementara itu, panel discussion webinar membahas mengenai potensi peningkatan kerja sama ekonomi dan proyeksi hubungan bilateral kedua negara. Hadir sebagai narasumber Dubes RI untuk Kolombia, Priyo Iswanto; Dubes Kolombia untuk Indonesia, Juan Camilo Valencia Gonzalez; Mantan Dubes Kolombia untuk Indonesia, Juan Alfredo Pinto; Kepala Pusat P2K2 Amerop, Kemenlu RI, Dr. Ben Perkasa Drajat; Direktur Amerika II, Kemenlu RI, Darianto Harsono; Dosen Tetap FISIP Universitas Indonesia, Asra Virgianita Ph.D.; Presiden Colombian Federation of Logistics Agents in International Trade, Guillermo González Larsen; dan Direktur Produksi dan Pemasaran PT. Inuki (Persero), Bunjamin Noor.

Dorong “People-to-people Contact”

Para narasumber secara umum  mengidentifikasi pentingnya upaya mendorong people-to-people contact, khususnya antara pebisnis kedua negara; peningkatan kerja sama di bidang kesehatan; pendidikan; e-commerce; perdagangan dan investasi. Terdapat urgensi untuk mencari solusi yang inovatif khususnya untuk mengatasi berbagai tantangan seperti jarak, konektivitas dan minimnya saling pemahaman antara masyarakat kedua negara. Kerja sama ke depan perlu mempertimbangkan dampak Covid-19 termasuk mencari format model bisnis dan interaksi yang beradaptasin dengan tatanan hidup baru (new normal).

Webinar  dihadiri oleh lebih dari 300 orang peserta. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan salah satu capaian penting  di tahun 2020 yaitu MoU antara Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Universidad Externado de Colombia.

Kegiatan Webinar International diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Kolombia di Jakarta, Kedutaan Besar RI di Bogota, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universidad Externado de Colombia.(sur)