Terumbu Karang dan Pasir Putih Pulau Meti yang Sangat Seksinya

Terumbu Karang dan Pasir Putih Pulau Meti yang Sangat Seksinya

SHNet,Maluku – Maluku Utara adalah salah satu provinsi yang dianugrahi dengan bentang alam bahari yang sungguh menawan. Deretan pulau-pulau kecil tak berpenghuni dengan pesisir berselimutkan pasir putih yang halus adalah gambaran singkat tentang salah satu provinsi di Indonesia Timur ini.

Dari sekian banyak pulau cantik di Maluku Utara, salah satunya adalah Pulau Meti, yang mana di dalamnya terdapat Meti Cottage dengan arsitektur yang unik.

Pulau Meti masuk ke dalam wilayah Kecamatan Tobelo Timur, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Satu-satunya cara untuk menjangkau pulau eksotis ini adalah dengan menumpangi perahu motor kecil atau yang biasa disebut dengan ketinting, dari Desa Mawea, Kecamatan Tobelo Timur.

Untuk perjalanannya tidak terlalu jauh, karena hanya memakan waktu 10 menit berlayar dari desa tersebut, wisatawan sudah sampai di Pulau Meti.

Sedikit mengenal tentang Halmahera Utara, yang disebut sebagai Kabupaten Bahari, karena menurut catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2016 yang lalu, kabupaten ini memiliki 216 pulau dengan luas keseluruhan mencapai angka 22.507,302 km persegi, yang mana 78 persen di antaranya atau seluas 17.555,71 berupa perairan laut. Laut di Halmahera Utara juga sangat jernih, karena berbatasan langsung dengan Samudera Pasifik.

Nama Pulau Meti mulai dikenal oleh wisatawan secara luas setelah adanya Meti Cottage, yang dibangun oleh Supriadi, pria bergelar Master of Business Administration dari salah satu perguruan tinggi di Jerman.

Maksud hati ingin ikut berperan dalam menyelamatkan alam Indonesia, Supriadi menginisiasi pembangunan Meti Cottage dengan memanfaatkan limbah kayu yang terapung di laut. Untuk tiang bangunannya ia menggunakan bambu-bambu besar yang diambil dari pulau daratan besar di seberang.

Untuk bisa menginap di Meti Cottage, para wisatawan hanya akan dikenakan biaya sewa sebesar 360 ribu rupiah per malam, dengan fasilitas makan dan minuman, ruang rapat atau perjamuan, hingga taman bermain anak.

Para penyewa juga diizinkan untuk membawa binatang peliharaannya. Selain itu, para penyewa juga akan dimanjakan dengan pelayanan tambahan seperti snorkeling, memancing, dan pijat.

Dengan biaya sewa sebesar itu, 20 persen di antaranya akan disumbangkan oleh Supriadi untuk program pendidikan bagi anak-anak di sekitar pulau. Ia juga mengajak orang-orang yang peduli dengan pendidikan di daerah tertinggal untuk membantunya sebagai relawan.

Selain keberadaan Meti Cottage, yang menarik dari pulau ini adalah keberadaan pesisirnya yang sangat eksotis. Pasir putih berpadu dengan pepohonan kelapa yang tinggi dan jernihnya air laut biru menjadi landscape yang sangat mengagumkan bagi para wisatawan.

Terumbu karang di sekitar Pulau Meti juga tumbuh dengan sangat baik, menciptakan taman bawah laut yang sungguh sempurna.

Pada masa Perang Dunia II, Pulau Meti juga dijadikan sebagai basis pertahanan tentara Jepang untuk melawan Sekutu yang berbasis di Pulau Morotai. Jejak keganasan Perang Dunia II juga masih bisa dilihat di Pulau Meti dan sekitarnya.

Beberapa di antaranya adalah keberadaan meriam milik Jepang, bekas bangunan bandara, beberapa kendaraan perang, hingga pesawat-pesawat tempur yang ditembak jatuh dan bersemayam di kedalaman laut.

Bangkai pesawat yang tenggelam kini menjadi hunian bagi berbagai jenis biota laut, termasuk terumbu karang yang mulai menyelimuti badan pesawat.

Selain berjemur di pantai atau snorkeling, aktifitas menarik lainnya di Pulau Meti adalah memancing ikan. Laut yang jernih bebas polusi ditambah dengan terumbu karang yang tumbuh subur, wilayah perairan di sekitar Pulau Meti dihuni oleh berbagai jenis ikan. Memancing di perairan Pulau Meti tidak akan pernah mengecewakanmu!

Puas memancing, para wisatawan juga bisa mengunjungi pulai kecil di seberang Pulau Meti, yang memiliki pemandangan tak kalah eksotisnya. Untuk menuju ke sana wisatawan bisa meminta antar penduduk sekitar dengan memberikan imbalan sepantasnya.

Di sekitar pulau kecil tersebut wisatawan juga bisa berjemur menikmati lukisan Sang Pencipta serta bersantai untuk sejenak melarikan diri dari jenuhnya aktifitas sehari-hari.

Bagaimana, menarik bukan? Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri atau ke Maladewa untuk menikmati wisata bahari, karena di Indonesia telah banyak tercecer pulau-pulau kecil dengan pesisir yang mempesona. (maya han)