Tanaman Nilam dari Desa Lupia Menghasilkan Minyak Atsiri

Tanaman Nilam dari Desa Lupia Menghasilkan Minyak Atsiri

SHNet, Jakarta – Tanaman Nilam dalam bahasa latin dikenal dengan Progestemon Cablin Bent adalah kelompok tanaman penghasil minyak atsiri. Nilam biasanya diekspor dalam bentuk minyak atsiri kasar atau yang telah dimurnikan dengan Negara tujuan ekspor nilam antara lain adalah Singapura, Amerika Serikat dan Spanyol.

Potensi ekonomi budidaya nilam yang sangat menjanjikan ternyata masih banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkan peluang tersebut. Seperti yang terjadi di Desa Lupia, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna, provinsi Sulawesi Tenggara.

Secara geografis Desa Lupia masuk pada wilayah mapping pertanian daerah, namun masyarakat setempat tidak konsen pada potensi desa yang dimiliki.

Diketahui, Desa Lupia merupakan wilayah yang dimapping oleh pemerintah daerah sebagai wilayah pertanian, dengan potensi tanaman nilam yang sampai sekarang belum bisa memanfaatkan secara maksimal.

Selain permintaan pasar yang tinggi, harga minyak atsiri yang tergolong mahal sebenarnya menjadi peluang yang menjanjikan bagi masyarakat setempat. Ditambah lagi minyak atsiri tidak dapat dibuat dalam bentuk sintesis yang membuat harga minyak akan menjadi stabil.

Sebenarnya tanaman nilam mempunyai prospek yang baik karena di samping harganya tinggi, juga sampai saat ini minyaknya belum dapat dibuat dalam bentuk sintesis jadi saya rasa harganya akan stabil.

Untuk saat ini, harga minyak 1kg minyak atsiri bisa dijual dengan harga 750 ribu.

Salah satu kendala dalam meningkatkan produktifitas minyak Atsiri di Desa Lupia karena masyarakat setempat tidak fokus pada satu komunitas. Tipologi masyrakat masih bersifat musiman sehingga komoditas yang seharusnya bisa dikembangkan dialihkan pada komoditas lain yang sedang jadi tranding.

Budi daya tanaman nilam di Desa Lupia sampai saat ini terkendala pada tipologi masyarakat yang musiman dalam merespon peluang yang ada. musiman atau tidak fokus pada satu komunitas.

Harapan kedepan, pemerintah bisa memaksimalkan progam nasional maupun daerah yang fokus pada pertanian untuk bisa mengembangkan komoditas unggulan tanaman nilam di masyarakat desa Lupia. (maya han)