Menristek/Kepala BRIN Paparkan Perkembangan Vaksin Merah Putih

Menristek/Kepala BRIN Paparkan Perkembangan Vaksin Merah Putih

Menristek/Kepala BRN Bambang Brodjonegoro dalam Rakornas Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020 yang berlangsung secara virtual, di Jakarta, Kamis (13/8). (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta– Vaksin merah putih untuk mengatasi Covid-19 saat ini sudah memasuki tahap uji coba terhadap hewan mamalia.

“Pengembangan vaksin merah putih untuk Covid-19 oleh Lembaga Bio Molekuler (LBM) Eijkmann sdah pada tahap uji coba kepada hewan mamalia. Sekarang sedang siapkan kloning proteinnyasebelum uji klinis kepada manusia,” papar Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual Rapat Koordinasi Nasional Prioritas Riset Nasional Tahun 2020 (Rakornas PRN 2020), di Jakarta, Kamis (13/8).

Ia menambahkan, Proses uji coba terhadap hewan dapat memakan waktu hingga satu bulan. Sebelum uji coba terhadap hewan, LBM Eijkmann melakukan proses kloning protein.

Bambang berharap proses kloning ini berlangsung lancar, sehingga dapat dilakukan proses uji coba dengan segera.

Dalam Rakornas PRN 2020 Menristek/ Kepala BRIN menjelaskan PRN merupakan implementasi dari Rencana Induk Nasional (RIN). Dan tahun ini dilaksanakan dengan kombinasi anggaran. baik melalui anggaran kementerian/lembaga maupun dengan melalui anggaran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Oleh karena itu, Menristek/Kepala BRIN dengan dukungan Bappenas dan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, meminta pimpinan lembaga penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Lemlitbangjirap) untuk tetap melaksanakan PRN dengan mengalokasikan anggaran untuk tahun 2021 sampai dengan tahun 2024.

“Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) bekerjasama dengan kementerian/lembaga lainnya telah menginisiasi dan melakukan upaya focusing dalam mengkonsentrasikan sumber daya Litbangjirap agar kegiatan riset dapat mencapai produk-produk yang bermanfaat bagi masyarakat, dalam suatu rangkaian kegiatan yang disebut Prioritas Riset Nasional (PRN) yang ditetapkan untuk tahun 2020-2024. PRN 2020-2024 terbagi pada 49 produk riset dengan bidang fokus berupa: Pangan; Energi; Kesehatan; Transportasi; Rekayasa Keteknikan; Pertahanan Keamanan; Kemaritiman; Sosial Humaniora, Pendidikan, Seni Budaya; dan Multidisiplin (Lintas-Sektoral),” terangnya.

Selanjutnya Menteri Bambang menyampaikan, selain terkait dengan aspek pendanaan terdapat perhatian dalam aspek proses pelaksanaan yang disampaikan oleh berbagai konsorsium, yaitu terkait perubahan rincian bidang/produk riset serta penggunaan teknologi pendukung pelaksaan PRN 2020. Oleh karena itu, perlu ditekankan bahwa dimungkinkan terjadinya perubahan topik/produk dan target akhir PRN jika hasil reviu, evaluasi, dan kebijakan strategis memerlukan penambahan produk, perubahan atau re-focusing. Terakhir, perlu adanya instrumen pendanaan untuk pengadaan dan perbaikan infrastruktur riset yang diperlukan untuk mendukung program PRN.

Menteri Bambang menuturkan bahwa produk PRN harus dipastikan dapat menghasilkan produk inovasi yang siap didiseminasikan atau dikomersialisasikan dan diharapkan tidak hanya sebatas publikasi ilmiah.

“Produk hasil Litbangjirap yang sudah siap pasar didorong untuk dimasukan ke dalam e-katalog inovasi. Adanya fasilitasi untuk penguatan perlindungan HKI bagi produk inovasi hasil Litbangjirap. Selain berbagai aspek tersebut, aspek regulasi dan sumber daya pelaksana dalam pelaksanaan PRN juga sangat penting untuk diperhatikan. Dengan dasar motif dan semangat PRN mampu menghasilkan produk inovasi, yang bisa meningkatkan daya saing bangsa. Jika diperlukan, dapat dilakukan perubahan Peraturan Menteri tentang Prioritas Riset Nasional 2020-2024 yang bisa menjadi dasar penyusunan program dan anggaran hasil re-focusing. Termasuk juga mengubah penamaannya menjadi “Prioritas Riset Inovasi Nasional (PRIN),” jelas Menteri Bambang.

Rakornas ini dihadiri oleh 800 peserta undangan yang terdiri dari para pejabat dari kementerian/lembaga, para koordinator PRN, serta stakeholders terkait lainnya. Di samping itu, pejabat dari Kementerian Keuangan dan Bappenas juga memberikan sambutan dalam acara ini. (Stevani Elisabeth)