Kampung Garam Ini Ada di Desa Mirit Petikusan

Kampung Garam Ini Ada di Desa Mirit Petikusan

SHNet, Kebumen – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kebumen tengah mengembangkan Kampung Garam Kebumen.

Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akan garam lokal di Kebumen.

Kabupaten Kebumen memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 57 km dan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa. Namun, kebutuhan garam konsumsi di Kebumen masih didatangkan dari luar daerah.

Adanya Kampung Garam Kebumen diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi garam lokal guna mempertahankan kekuatan pangan daerah.

Kampung Garam Kebumen kali pertama didirikan di di Desa Mirit Petikusan, Kecamatan Mirit, September 2019 lalu. Kampung ini diresmikan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Syarif Wijaya, dan Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz.

Kampung ini mampu memproduksi garam beryodium dan telah memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, produksi garam di kampung ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki kualitas tinggi dengan kandungan NaCL (Natrium Klorida) mencapai 97,73%.

Selain garam konsumsi, kampung ini juga memiliki banyak variasi garam seperti garam piramida, garam spa, garam kecantikan, dan garam kesehatan.

Selain itu, kampung ini juga tengah memproduksi garam industri dan farmasi. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan perjanjian yang telah dilakukan Pemkab Kebumen dengan PT Kimia Farma.

Saat ini, Kampung Garam Kebumen juga dijadikan sebagai eduwisata atau wisata pendidikan yang banyak dikunjungi anak sekolah dan wisatawan umum. Kampung garam yang semula hanya berada di Desa Mirit Petikusan, juga sudah dikembangkan di wilayah lain seperti Kecamatan Klirong, Kecamatan Puring, dan Kecamatan Petanahan.

Kampung ini juga dijadikan rujukan daerah lain sebagai percontohan produksi garam. Yang nantinya kampung garam ini akan dikembangkan di wilayah masing-masing di sepanjang garis Pantai Selatan Jawa.

Pengembangan kampung ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan garam lokal hingga swasembada garam nasional. (maya han)