Jangan Arahkan Kipas Angin ke Tubuh Kala Tidur

Jangan Arahkan Kipas Angin ke Tubuh Kala Tidur

SHNet, Jakarta – Di saat cuaca sedang panas, kipas angin tentunya bisa menjadi “penyelamat”. Angin yang dihasilkan dari kipas dapat membuat udara di ruangan tak lagi panas sehingga Anda menjadi lebih nyaman untuk beraktivitas atau hanya sekadar bersantai.

Selain digunakan di siang hari saat cuaca panas, banyak orang memilih untuk tidur dengan kipas angin yang menyala. Alasannya cukup sederhana, agar tidur lebih nyenyak karena tidak kepanasan. Namun, adakah dampak kesehatan jika selalu tidur pakai kipas angin?

Kondisi yang Membuat Tidur Pakai Kipas Angin Berbahaya
Faktanya, tidur dengan kipas angin menyala dapat membawa manfaat positif untuk sebagian besar orang. Namun, bagi mereka yang memiliki alergi dan asma, sebaiknya mewaspadai bahaya kipas angin. Hal tersebut disampaikan Dr. Clifford Bassett, dokter dan penulis The New Allergy Solution kepada media Independent.

Pasalnya, kipas angin dapat mengedarkan partikel-partikel debu dan potensi alergen lainnya yang bisa menyebabkan iritasi. Perlu diketahui, tungau debu adalah pemicu alergi yang paling umum akibat tidur pakai kipas angin.

Partikel tersebut dapat melekat hingga ke langit-langit kamar. Untuk itu, bersihkan bilah kipas secara rutin, terutama yang sudah berdebu.

Dilansir dari Live Science, Dr. Len Horovitz, ahli spesialis pulmonologi dari Lenox Hill Hospital di New York, menyarankan beberapa hal berikut untuk meminimalkan risiko kambuhnya alergi dan melindungi diri dari debu dan alergen lainnya:

Jangan terlalu mengarahkan kipas angin langsung ke arah tempat tidur atau tubuh.
Jika diperlukan, pasang filter udara di kamar tidur.

Lakukan irigasi hidung setiap hari agar membantu hidung tetap kering dan terhindar masalah hidung lainnya.
Tak hanya alergi dan asma, bahaya tidur pakai kipas angin setiap hari dapat berisiko membuat kulit dan mata kering. Namun demikian, losion atau pelembap dapat mencegah hal ini terjadi.

1 dari 3
Bahaya Tidur Pakai Kipas Angin
Tidur Pakai Kipas Angin
Tidur pakai kipas angin dapat memberikan berbagai dampak kesehatan. Berikut di antaranya:

1. Kekurangan Oksigen
Meskipun dapat menghalau panas, tidur menggunakan kipas angin tidak baik bagi kesehatan paru-paru Anda. Pasalnya, tidur dalam keadaan kipas angin menyala membuat paru-paru tidak mendapatkan oksigen yang cukup.

Apalagi, udara dingin dari angin yang dihasilkan kipas akan mengenai hidung dan mulut. Hal tersebut akan memperparah kondisi dan menyebabkan Anda kesulitan untuk bernapas.

2. Mencetuskan Reaksi Alergi
Tak hanya membuat udara bersirkulasi, bahaya kipas angin juga dapat mensirkulasikan debu, tungau, serbuk sari tanaman, dan bahan alergen (pencetus alergi) lainnya di dalam kamar.

Menghirup berbagai alergen ini dapat mencetuskan timbulnya reaksi alergi, seperti bersin, hidung meler, mata berair, tenggorokan gatal, atau gangguan pernapasan.

Jika Anda memiliki asma, alergi, ataupun alergi musiman, bahan alergen ini dapat memperburuk gejala Anda.

3. Hipertermia
Bahaya lain dari tidur menggunakan kipas angin adalah menyebabkan hipertermia. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh berada di atas normal (lebih dari 40°C). Dingin yang dihasilkan oleh kipas angin bisa membuat tubuh tidak bisa beradaptasi dengan cuaca ekstrem.

4. Membuat Tenggorokan dan Hidung Kering
Tidur dengan kipas angin dapat membuat hidung dan tenggorokan menjadi kering. Kondisi tersebut dapat memicu produksi mukus (lendir) berlebih dan sinusitis, nyeri kepala, dan hidung mampet.

5. Kekurangan Cairan
Dehidrasi bisa terjadi akibat tidur dengan menggunakan kipas angin. Pasalnya, cuaca dingin dari kipas akan menyerap cairan tubuh. Ketika cairan sudah terserap, tubuh menjadi lemah sehingga menyebabkan organ tubuh tidak bekerja dengan baik.

Untuk mengatasinya, Anda bisa perbanyak minum air putih. Namun, bangun tidur hanya untuk minum tentu dapat mengganggu kualitas tidur Anda.

6. Mata dan Kulit Kering
Tak hanya hidung dan tenggorokan, bahaya tidur pakai kipas angin juga bisa membuat mata dan kulit menjadi kering. Mata yang kering akan memudahkan terjadinya iritasi.

Sementara itu, kulit kering akan lebih rentan terhadap kuman dan penyebab penyakit lainnya. Penampakan kulit pun menjadi lebih cepat terkesan tua karena garis-garis kulit menjadi lebih kentara.

7. Bell Palsy
Bell palsy adalah salah satu penyakit yang menyerang sistem saraf wajah akibat cuaca dingin. Salah satu pencetusnya adalah tidur pakai kipas angin. Sebab, wajah akan terpapar oleh cuaca dingin sepanjang malam.

Akibatnya, wajah akan mengalami pembengkakan di area tertentu. Hal ini dapat sangat mengganggu karena Anda tidak bisa leluasa ketika sedang berekspresi (tersenyum atau tertawa).

8. Nyeri Otot
Salah satu bahaya tidur pakai kipas angin adalah timbulnya nyeri pada otot. Sirkulasi udara yang dingin dapat membuat Anda lebih rentan mengalami kontraksi otot. Jika Anda telah memiliki nyeri otot sebelumnya, maka gejala nyeri dan kram otot yang Anda alami akan semakin parah.

2 dari 3
Tips Tidur Nyenyak Saat Cuaca Panas
Tidur Nyenyak Saat Cuaca Panas
Kondisi kesehatan di atas dapat timbul akibat bahaya kipas angin. Oleh karena itu, apabila cuaca panas menjadi penghambat Anda tidur tanpa kipas angin, lakukan beberapa tips berikut agar kualitas tidur tetap baik dan kesehatan Anda tidak terganggu:

Tutup jendela dan turunkan tirai saat udara panas di luar. Anda dapat membuka jendela untuk ventilasi ketika udara sedikit dingin.
Gunakan tirai yang berwarna terang. Tirai berwarna gelap dapat membuat ruangan terasa lebih panas.

Jangan keluar ruangan antara pukul 11 siang dan 3 sore (waktu yang paling panas).

Bila memang harus pergi, kenakan pakaian longgar, topi, dan kacamata hitam. Tak lupa, oleskan tabir surya ke wajah dan tubuh setidaknya 15 menit sebelum keluar.
Sebelum tidur, Anda bisa mandi air dingin atau sekadar memercikkan air dingin ke wajah dan leher. Boleh juga mengonsumsi air dingin untuk menyegarkan diri.

Cukupi kebutuhan cairan dan hindari mengonsumsi alkohol berlebihan. Air putih, susu rendah lemak, teh, dan kopi adalah pilihan yang tepat. Anda juga dapat menyesap jus buah dan smoothies, asalkan tidak mengandung gula tinggi.

Rutin bersihkan kipas angin agar tidak berdebu. Debu dan kotoran yang menempel pada kipas angin harus rajin dibersihkan untuk menghindari dampak pada kesehatan seperti reaksi alergi.(maya han)