Harus Tahu Bedanya Nyeri Leher Akibat Kolesterol dan Asam Urat

Harus Tahu Bedanya Nyeri Leher Akibat Kolesterol dan Asam Urat

SHNet, Jakarta – Nyeri leher merupakan rasa sakit yang muncul pada leher, baik di area belakang, kanan, kiri, atau depan. Umumnya, nyeri leher terjadi karena otot leher yang tertarik, adanya saraf terjepit, atau pengapuran sendi karena penyakit. Biasanya, nyeri leher bukanlah kondisi serius, karena dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Namun, jika nyeri leher berlangsung lama dengan intensitas rasa sakit yang berubah-ubah, kamu wajib waspada, ya! Karena hal tersebut bisa jadi pertanda gejala dari penyakit tertentu, seperti kolesterol dan asam urat. Kira-kira begini penjelasan sakit leher karena kedua penyakit tersebut!

Nyeri Leher Akibat Kolesterol dan Asam Urat, Apa Bedanya?

Kolesterol tinggi memang bisa ditandai dengan munculnya sakit pada leher. Hal tersebut terjadi karena adanya penumpukan lemak pada pembuluh darah leher, sehingga peredaran darah menjadi tidak lancar. Lemak yang menumpuk akan berubah menjadi plak dan mempersempit pembuluh darah di sekitarnya.

Sedangkan pada pengidap asam urat, sakit pada leher disebabkan karena kandungan purin yang tinggi. Ketika kadarnya terlalu tinggi, purin akan menumpuk. Purin yang menumpuk kemudian disalurkan melalui darah ke area tertentu dalam tubuh, salah satunya leher. Karena hal tersebut, muncul gejala asam urat berupa rasa tidak nyaman pada bagian leher

Gejala Sakit pada Leher yang Perlu Diwaspadai
Intensitas rasa sakit pada leher dapat terjadi dari ringan hingga parah. Rasa sakit dapat digambarkan seperti tertekan benda berat, ditusuk, atau berdenyut-denyut yang menimbulkan rasa tidak nyaman. Parahnya, intensitas rasa nyeri bisa saja bertambah parah saat seseorang melakukan aktivitas, seperti mendongan, memutar kepala, menunduk, atau saat tidak sengaja tersentuh.

Nyeri pada leher bukan hanya menyebabkan gangguan beraktivitas saja, berikut gejala sakit pada leher yang perlu kamu waspadai:

Sakit kepala.

Kesulitan menelan.

Pembengkakan kelenjar getah bening pada area leher.

Rasa sakit pada wajah dan bahu.

Rasa sakit pada punggung atas atau bawah.

Penanganan perlu dilakukan jika sakit pada leher terjadi karena cedera. Bukan hanya itu, penanganan perlu dilakukan saat nyeri bertambah parah atau tidak membaik setelah mengonsumsi obat pereda nyeri. Ketika hal tersebut terjadi, kamu dapat memeriksakan diri di rumah sakit terdekat untuk mengetahui sebab nyeri leher yang kamu alami.

Pengobatan Rumahan Guna Mengatasi Nyeri pada Leher
Jika tidak disebabkan oleh adanya penyakit tertentu, sakit pada leher dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Namun, ketika ditemui serangkaian gejalanya, atasi dengan beberapa langkah berikut ini:

Gunakan bantal yang nyaman. Saat gejala muncul, jangan gunakan bantal yang keras dan terlalu tinggi. Sebaiknya gunakan bantal yang dapat mengikuti bentuk leher dan kepala.

Lakukan peregangan. Peregangan leher dapat dilakukan dengan menggerakkan leher ke atas, ke bawah, ke kanan, ke kiri, dan memutar kepala. Gerakan-gerakan tersebut dapat meregangkan otot leher yang kaku.

Kompres leher dengan es. Ketika gejala muncul, kamu dapat mengompres bagian leher yang sakit dengan es batu yang dibalut dengan kain. Untuk hasil yang maksimal, kamu dapat melakukannya sesering mungkin.

Hindari gerakan yang mendadak. Saat leher terasa sakit, coba untuk menghindari gerakan yang mendadak dan terlalu kencang guna mengurangi rasa sakitnya.

Langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah memijat area leher yang terasa sakit. Kamu dapat meredakan rasa nyeri dengan melakukan pijatan-pijatan lembut untuk membuat otot menjadi lebih rileks. Selamat mencoba! (maya han)