Desa Torosiaje, Gorontalo Terkenal Berkat Kampung Bajo

Desa Torosiaje, Gorontalo Terkenal Berkat Kampung Bajo

SHNet, Jakarta – Desa Torosiaje terletak di Provinsi Gorontalo yang dikenal menyimpan banyak keunikan dan menjadi daerah tujuan wisata andalan Provinsi Gorontalo. . Desa Torosiaje merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo Desa Torosiaje di dinamai oleh suku Bajo yang dikenal sebagai suku laut.

Desa Torosiaje atau juga dikenal sebagai Kampung Bajo berada di atas air laut Teluk Tomini dan berjarak sekitar 600 meter dari daratan. Desa tersebut dihuni oleh 389 keluarga. Sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan sekaligus pembudidaya ikan. Semua rumah di kampung ini terbuat dari kayu dan masing-masing rumah terhubung dengan koridor yang juga terbuat dari kayu. Panjang koridor yang berbentuk huruf “U” itu sekitar 2,2 kilometer

Desa Torosiaje berada di atas air laut Teluk Tomini dan berjarak sekitar 600 meter dari daratan. Ada sekitar 250 rumah di Kampung Bajo yang berbentuk panggung di atas perairan Teluk Tomini.

Semua rumah di kampung yang dihuni sekitar 1.400 jiwa itu terbuat dari kayu dan masing-masing rumah terhubung dengan koridor yang juga terbuat dari kayu. Panjang koridor yang berbentuk huruf “U” itu sekitar 2,2 kilometer. Setiba di dermaga, setiap pengunjung yang hendak ke Kampung Bajo bisa naik ojek perahu yang dipungut ongkos Rp 2.000 setiap orang. Waktu tempuh dari dermaga ke Kampung Bajo sekitar 5-7 menit. Uniknya, begitu memasuki perkampungan Bajo, perahu akan melintas di bawah koridor kayu sekaligus sela-sela rumah warga.

Kehidupan sehari-hari Suku Bajo berlangsung di atas permukaan air. Kehidupan masyarakat Desa Torosiaje kebanyakan diisi dengan mengurus pembudidayaan dan mengangkat ikan. Warga di sana lebih banyak mengandalkan genset untuk berbagai keperluan karena listrik sering padam. Mereka pun sering kali mengangkut air dari darat menggunakan perahu karena aliran air dari perusahaan daerah air minum sering macet.

Penamaan desa dengan sebutan Torosiaje, berasal dari kata “Tara,” kata dalam bahasa Suku Bajo tersebut berarti tanjung, dan “Si Aje” yang berarti panggilan untuk Si Haji, nama warga yang pertama kali mendiami daerah tersebut. Saat ini, Desa Torosiaje tidak hanya dihuni oleh Suku Bajo tapi juga ada warga dari Bugis, Mandar, Buton, Minahasa, Jawa, dan Madura yang hidup rukun di daerah itu.

Kita bisa naik angkutan kota dari Terminal 42, Kota Gorontalo, dan naik angkutan menuju Popayato, yang akan mengantar Anda sampai bagian darat desa yang pada 2007 dicanangkan sebagai desa wisata bahari itu. Dari sana, Anda bisa menggunakan ojek perahu menuju perkampungan di atas air. Setelah sepuluh menit naik perahu dari Torosiaje darat ke Torosiaje laut. Tulisan “Welcome to Bajo” dan deretan rumah panggung menyambut Anda. (Victor)