Desa Sabet Penghasil Kopi Robusta Terbaik di Aceh

Desa Sabet Penghasil Kopi Robusta Terbaik di Aceh

SHNet, Jakarta – Desa Sabet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, merupakan satu-satu desa penghasil biji kopi robusta terbanyak di kabupaten setempat. Berada di desa paling ujung Aceh Jaya, yang dihuni oleh 160 kepala keluarga, Desa Sabet kini mulai kembali memproduksi biji kopi setelah sekian lama redup akibat konflik bersenjata antara GAM dan RI.

“Saat ini desa kami menjadi penghasil kopi terbanyak di Aceh Jaya dan kopi tersebut sudah di tanam oleh warganya sejak sebelum konflik antara GAM dan RI,” kata Keuchik Gampong Sabet, Muhammad Yanis kepada AJNN.

Mayoritas masyarakat disini, kata Yanis, merupakan petani kopi, apalagi Desa Sabet berada di pinggiran hutan dengan letak desanya yang sangat didukung oleh geografis tanah untuk berkebun kopi, sehingga rata-rata setiap kepala keluarga memiliki kebun kopi.

“Rata-rata produksi kopi Desa Sabet per tahun mencapai 10 sampai 15 ton, yang dipasarkan dengan harga pasaran mulai dar Rp 38 ribu hingga Rp 39 ribu per kilogram,” ungkap Yanis.

Sementara itu, dari jumlah produksi tersebut mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan pada masa sebelum konflik berkecambuk di Aceh.

“Kalau sebelum konflik dulu Desa Sabet bisa memproduksi Biji Kopi hingga 30 ton per tahun,” ujarnya.

Lebih lanjut Yanis menerangkan saat masa konflik, warga takut untuk mengurus kebun hingga terbengkalai begitu saja, sehingga menyebabkan pohon kopi milik warga mati dengan sendirinya karena tak terurus.

“Baru beberapa tahun ini warga mulai kembali menanamkan lagi pohon kopi yang saat ini masih menjadi komuniti unggulan masyarakat Desa Sabet,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Jaya, T. Mufizal, mengatakan Aceh Jaya dari tahun-tahun yang lalu sudah menggalakan kembali komuniti kopi robusta tersebut dan pada tahun ini diupayakan untuk terus di tingkatkan.

Secara keseluruhan, jumlah petani kopi di Aceh Jaya mencapai 2.285 orang dengan luas kebun 1.803 hektare, sedangkan produksinya sebanyak 445 ton di tahun 2018.

“Dari jumlah tersebut paling banyak ada di Desa Sabet, Kecamatan Jaya,” kata Mufizal.

Tahun ini, kata Mufizal, pihaknya akan mengupayakan peningkatan hasil produksi untuk terus ditingkatkan karena biji kopi robusta masuk dalam katagori yang diekspor ke luar Aceh Jaya saat ini.

“Jika hasil produksi sesuai dengan kebutuhan permintaan dan memungkinkan untuk diekspor, maka yang diuntungkan adalah petani karena tersedianya pasar dengan harga yang layak,” jelasnya. (maya han)