Kasus Djoko Tjandra, Tersangka Prastijo Perintahkan Untuk Membakar Barang Bukti

Kasus Djoko Tjandra, Tersangka Prastijo Perintahkan Untuk Membakar Barang Bukti

SHNet,Jakarta – Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan, bahwa tersangka Brigjen Pol Prastijo Utomo diketahui telah membantu upaya pelarian buronan kasus korupsi Djoko Tjandra. Dalam hal ini, Brigjen Prastijo sempat memerintahkan untuk membakar barang bukti.

Dengan upaya ini, berdasarkan konstruksi Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP, Prastijo telah menghalang-halangi atau menyulitkan penyidikan dengan menghancurkan dan menghilangkan sebagian barang bukti.

“Di mana tersangka BJP PU sebagai pejabat Polri menyuruh Kompol Joni Andrianto untuk membakar surat yang telah dipergunakan dalam perjalanan oleh saudara AK dan JST (Djoko Tjandra), termasuk juga oleh yang bersangkutan,” kata Komjen Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri di Jakarta.

Kemudian, untuk kontruksi Pasal 263 KUHP ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 E KUHP terkait sangkaan pembuatan dan menggunakan surat palsu.

Terkait pasal ini, kata Listyo, pihaknya menemukan barang bukti berupa surat jalan hingga surat pemeriksaan bebasa Covid-19.

“Di mana dua surat jalan dibuat atas perintah tersangka BJP PU. Kemudian surat keterangan Covid dan rekomendasi kesehatan yang dibuat di Pusdokkes Polri,” ujarnya.

Lalu, kontruksi Pasal 426 KUHP tentang membantu orang yang dirampas kemerdekannya. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah membantu Djoko Tjandra yang berstatus sebagai buronan.

Dalam pasal ini, yang didalami dan menjadi objek perkara adalah keputusan Kapolri Nomor 119 tanggal 20 Juni 2019 tentang pengangkatan Prasetijo sebagai Karo Korwas dan surat Jampidsus kepada Kabareskrim Polri tentang status hukum Djoko Tjandra.

“Dalam konstruksi ini peran BJP PU sebagai anggota Polri yang seharusnya bertugas sebagai penegak hukum, telah membiarkan atau mengirim pertolongan kepada JST dengan mengeluarkan surat jalan, membuat surat keterangan bebas Covid, dan surat rekomendasi kesehatan,” tutur Listyo.

Sebelumnya, Bareskrim Polri resmi menetapkan eks Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prastijo Utomo sebagai tersangka dalam kasus pembuatan surat jalan dan bebas Covid-19 untuk buronan kasus korupsi, Djoko Tjandra dalam pelariannya.

Prastijo dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 E KUHP dan pasal 426 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 221 ayat 1 ke 2 KUHP dengan ancaman maksimal enam tahun penjara.

Seperti diketahui, Djoko Tjandra berhasil mendapatkan surat jalan dari Bareskrim Polri dengan ditandatangani oleh Brigjen Prasetijo Utomo yang saat itu menjabat sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri. Tak hanya itu, Djoko Tjandra juga berhasil mendapatkan surat sehat bebas Covid-19 yang lagi-lagi dikeluarkan oleh Polri.

Selain itu, terungkap juga jika Brigjen Prastijo menemani Djoko Tjandra dan kuasa hukumnya Anita Kolapaking saat terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat dengan menggunakan jet pribadi.

Polri sendiri sebelumnya juga sudah tegas menyebut akan memberikan saksi pidana bagi anggotanya yang kedapatan terlibat membantu Djoko Tjandra. (maya han)