DPRD Maluku Minta Pemda Pikirkan Perbaikan Ekonomi Masyarakat

DPRD Maluku Minta Pemda Pikirkan Perbaikan Ekonomi Masyarakat

STATUS - Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkianus Sairdekut haknya, kata Sairdekut mengakui tak mempersoalkan status apapun yang dilakukan pemerintah, untuk menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19), tapi yang terpenting ada efek dari status yang diberlakukan itu. (Dok/SHNet)

SHNet, AMBON – Pemerintah Daerah (Pemda), baik Provinsi Maluku maupun Kota Ambon, sudah harus memikirkan bagaimana caranya memperbaiki ekonomi masyarakat. Pasalnya, jika pemerintah tak melihat dinamika baik ekonomi maupun transportasi saat ini, akan membuat masyarakat mengalami kesulitan di kemudian hari.

Untuk itu, sudah waktunya setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Ambon, maka pemerintah di seluruh kabupaten/kota di Maluku, sudah harus memikirkan langkah-langkah, untuk bisa menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat.

“Kita tak mungkin selamanya hidup dalam situasi seperti saat ini. Karena itu saya kira, langkah-langkah antisipasi harus segera dilakukan oleh pemerintah, untuk menghidupkan kembali roda perekonomian,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkianus Sairdekut kepada wartawan, di Ambon, Rabu (22/7).

Pihaknya, kata Sairdekut, tak mempersoalkan status apapun yang dilakukan pemerintah, untuk menekan penyebaran Virus Corona (Covid-19), tapi yang terpenting ada efek dari status yang diberlakukan itu.

Ia mencontohkan, sejak pemberlakukan PSBB tahap I dan II, angka kesembuhan mengalami peningkatan cukup signifikan, dan lebih banyak dari angka yang terkonfirmasi. Hal ini menunjukan, bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah telah menunjukan hasil yang lebih positif.

Menurutnya, keberhasilan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 ini bukan saja merupakan keberhasilan pemerintah semata, tetapi juga masyarakat di Maluku, khususnya yang ada di Kota Ambon.

“Ini karena keberhasilan seluruh komponen, baik pemerintah maupun masyarakat. Dan saya rasa, kondisi ini harus kita syukuri bersama. Dan yang terpenting, tetap mengikuti himbauan pemerintah, serta mematuhi protokol kesehatan,” pungkas Sairdekut.

Lebih lanjut dia mengaku, Kota Ambon yang awalnya berada di zona Merah, kini sudah berada di zona orange. Bukan saja di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pun demikian, yang awalnya ada kasus terkonfirmasi, kini sudah tidak lagi.

“Jadi, apapun status yang hari ini kita alami terutama di Kota Ambon, yang sementara memberlakukan PSBB transisi, saya kira harus ada dukungan dari masyarakat. Dan pemerintah juga saya minta untuk memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat, selama penerapan PSBB transisi ini,” pinta Sairdekut. (Nonnie Rering)