Desa Cirumput, Cianjur, Penghasil Jagung Pelangi

Desa Cirumput, Cianjur, Penghasil Jagung Pelangi

SHNet, Jakarta – Petani Kampung Lebaksaat, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang Cianjur, Jawa Barat berani berinovasi dengan menanam beberapa varian benih jagung dengan nama latin Glass Gem Corn Rainbow. Dalam bahasa populer dikenal sebagai jagung pelangi karena  jagung berwarna hitam, ungu, dan merah.

Luki Lukmanulhakim (45), petani lokal yang  sukses menghasilkan jagung pelangi dengan mendatangkan benih dari Chili dan Ekuador.

Luki mengisahkan ide awal dirinya menanam jagung varian ini karena senang mengoleksi plasma nutfah dari berbagai tanaman, salah satunya plasma nutfah dari jagung. Selain itu, jagung yang ditanam ternyata memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik bagi kesehatan dibandingkan jagung biasa.

Luki menyebutkan, pada dasarnya jagung ‘pelangi’ yang dia kembangkan hanya memiliki beberapa warna, seperti hitam, merah, kuning, putih. Namun dalam setiap musim tanam, dia terus melakukan perkawinan silang dari setiap varietas warna yang ada.

Hasilnya, muncul warna baru yaitu jingga, ungu, merah muda, dan warna lainnya. “Dari pengembangan awal menghasilkan 11 motif warna, kemudian terus berkembang hingga akhirnya di panen tahun ini ada sebanyak 32 warna berbeda,” kata Luki

Jagung  pelangi dikenal sangat baik bagi kesehatan karena memiliki kadar gula yang rendah sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun hipertensi. Selain itu, kadar protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan jagung biasa, membuatnya memiliki lebih dari sepuluh khasiat bagi kesehatan.

”Memang rasanya tidak seenak jagung manis, tapi kandungan gizinya ini lebih tinggi. Dan rasanya itu jauh lebih pulen dibanding jagung biasa,” ucapnya.

Jagung pelangi juga lebih mudah untuk dibudidayakan mengingat masa tanam yang juga lebih singkat. Masa tanam jagung pelangi diketahui hanya dua bulan, sementara jagung biasa membutuhkan masa tanam hingga lima bulan lamanya. (Victor)