Upaya Kemensos Melakukan Keserasian Sosial

Upaya Kemensos Melakukan Keserasian Sosial

SHNet, Jakarta- Kementerian Sosial (Kemensos) selain melakukan pencegahan konflik sosial dengan menumbuhkan kearifan lokal di masyarakat, juga melakukan keserasian sosial.

Hal tersebut diutarakan Kasubdit Pencegahan, Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Helmi DT.R Mulya kepada SHNet, Kamis.

“Kita melakukan upaya bagaimana hubungan-hubungan di masyarakat bisa serasi lewat program keserasian sosial,” ujar Helmi yang biasa disapa Datuk.

Ia menjelaskan, Kemensos melalui skim memberikan bantuan sebesar Rp 150 juta untuk forum keserasian sosial yang ada di satu desa yang rawan konflik atau punya potensi konflik.

“Forum keserasian sosial dibentuk oleh pimpinan desa, nagari atau kampung,” lanjutnya. Forum keserasian sosial tersebut dapat menyelenggarakan dialog tematik

Untuk mengadakan dialog tematik ini, forum keserasian sosial memperoleh bantuan sebesar Rp 35 juta untuk dua kegiatan yakni dialog tematik yang berkaitan dengan Pancasila, UUD, NKRI dan nilai-nilai bernegara.

Kedua, dialog tematik yang berkaitan dengan toleransi beragama, kenakalan remaja dan narkoba.

Datuk menambahkan program keserasian sosial juga dilakukan dengan membangkitkan kearifan lokal dengan melibatkan tokoh-tokoh adat, pembagunan fasililitas seperti jalan dan gedung pertemuan. Ujungnya dari program ini adalah, dibangunnya tugu keserasian sosial.

“Keserasian sosial ini prinsipnya bagaimana kita memasukan program untuk mencegah terjadinya konflik,” ujarnya. Ia memberikan contoh masalah air yang bisa memicu terjadinya konflik sosial. Oleh sebab itu dibangun aliran irigasi lewat program keserasian sosial.

Datuk berharap, daerah punya komitmen untuk membina kelanjutan dari program keserasian sosial.

“Ini memang masih menjadi tantangan karena daerah kadang-kadang tidak masuk ke domain membangun. Mereka berpikir untuk pemasukan ke APBD,” uangkapnya.(Stevani Elisabeth)