Tergerusnya Kearifan Lokal Menimbulkan Kerawanan Sosial

Tergerusnya Kearifan Lokal Menimbulkan Kerawanan Sosial

Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial. Kemensos memiliki program pencegahan konflik sosial dengan menumbuhkan kearifan lokal di masyarakat. (Dok. InfoKekinian.com)

SHNet, Jakarta- Kerawanan sosial yang terjadi di masyarakat saat ini disebabkan oleh tergerusnya kearifan lokal. Hal ini berujung pada terjadinya konflik dan krisis sosial.

“Ada potensi-potensi kerawanan sosial yang berujung pada konflik dan krisis sosial yang saat ini sudah banyak timbul di masyarakat. Beberapa hal diakibatkan oleh tergerusnya nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Kasubdit Pencegahan,Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal, Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Helmi DT.R Mulya kepada SHNet, kemarin.

Menurutnya, budaya-budaya yang dahulu menjadi perekat dalam masyarakat, sudah pudar dan dilupakan.

Kearifan lokal seperti kesenian, adat istiadat, musyawarah, gotong royong, sudah mulai pudar dan tidak lagi menjadi media damai.

“Penyebabnya banyak hal, salah satunya adalah kemajuan teknologi,” ungkap Helmi yang biasa disapa Datuk.

Menurutnya, kemajuan teknologi terutama di era digital telah berpengaruh pada hubungan-hubungan personal. Sehingga kearifan lokal seperti gotong royong mulai tergerus di masyarakat.

Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial memiliki program untuk menumbuhkan kembali kearifan lokal di masyarakat. Datuk mengatakan, menumbuhkan kembali kearifan lokal memang tidak mudah.

“Itu seperti membangkitkan batang terendam. Namun, kita perlu menumbuhkan kembali kearifan lokal sebagai media yang mempersatukan masyarakat agar tidak muncul kembali konflik sosial,” ujarnya. (Stevani Elisabeth)